bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Indonesia Ajukan Dua Proposal Dana Bencana Global Lewat Bank Dunia

Redaksi 04 September 2026 3 views
Indonesia Ajukan Dua Proposal Dana Bencana Global Lewat Bank Dunia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPLDH) tengah menjajaki potensi pendanaan kebencanaan global melalui program The Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD) yang dikelola oleh Bank Dunia. Direktur Utama BPLDH, Joko Tri Haryanto, menyatakan bahwa BPLDH yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan telah mengajukan dua proposal untuk mengakses dana tersebut.

Kedua proposal tersebut memiliki fokus yang berbeda, di mana yang satu ditujukan untuk penanganan bencana di wilayah daratan dan yang lainnya untuk bencana di wilayah pesisir. Pendekatan yang diterapkan pun bervariasi, mencakup pemulihan pascabencana dan upaya mitigasi atau pengurangan risiko sebelum bencana terjadi. Joko menjelaskan bahwa pemilihan pendekatan ganda ini didasari oleh mekanisme FRLD yang masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya jelas mengenai batasan antara pendanaan mitigasi dan adaptasi.

Selain mengajukan proposal, BPLDH juga berencana menawarkan skema pendanaan inovatif berupa *blended finance*. Skema ini menggabungkan dana dari FRLD dengan dana yang telah dimiliki oleh Indonesia, termasuk dana abadi kebencanaan yang dikelola oleh BPLDH. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya meminta bantuan, tetapi juga berkontribusi dalam pembiayaan untuk menghadapi bencana, menjadikannya berbeda dari negara lain yang mungkin hanya mengajukan permintaan dana.

Joko menambahkan bahwa dana abadi kebencanaan yang dikelola BPLDH tidak dapat digunakan secara langsung, melainkan hasil investasinya yang dapat dimanfaatkan. Hasil investasi ini telah digunakan untuk melindungi aset pemerintah melalui asuransi, seperti Istana Presiden, dan membantu membayar premi asuransi untuk sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Bahkan, dalam kasus bencana di Sumatra yang merusak banyak bangunan sekolah, BPLDH telah menerima pembayaran asuransi berkat premi yang telah dibayarkan sebelumnya.

Lebih lanjut, Joko menekankan bahwa skema ini juga memastikan bahwa dana abadi tetap menghasilkan keuntungan investasi bahkan ketika bencana tidak terjadi, sehingga dana tersebut terus berkembang dan siap digunakan untuk menghadapi risiko bencana di masa depan. Ia menyimpulkan bahwa di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu, penting bagi Indonesia untuk beralih dari sekadar meminta hibah menjadi mengedepankan investasi dan kontribusi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.