bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa tahap pertama impor minyak mentah dari Rusia telah dilaksanakan. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat diwawancarai oleh awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8).
Meskipun demikian, Bahlil tidak memberikan rincian spesifik mengenai volume minyak yang telah diimpor. Ia menambahkan bahwa saat ini tahap kedua sedang dalam proses dan pemerintah berencana untuk menjalin kontrak jangka panjang terkait impor minyak dari Rusia.
Bahlil menekankan bahwa pengadaan minyak ini dilakukan oleh negara melalui skema kerja sama antarpemerintah (G2G), bukan oleh PT Pertamina. Ia menjelaskan bahwa negara akan mengelola minyak yang diimpor untuk kepentingan nasional.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan digunakan sebagai cadangan energi nasional. Indonesia sendiri mendapatkan kuota impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia, hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow.
Yuliot menjelaskan bahwa minyak mentah tersebut tidak langsung diolah untuk konsumsi, melainkan berfungsi sebagai cadangan penyangga energi nasional. Kerja sama pengadaan minyak ini difasilitasi oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), sebuah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM, melalui skema G2G.