bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Indonesia Mulai Impor Minyak Mentah Tahap Pertama dari Rusia

Redaksi 05 Agustus 2026 10 views
Indonesia Mulai Impor Minyak Mentah Tahap Pertama dari Rusia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa tahap pertama impor minyak mentah dari Rusia telah dilaksanakan. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat diwawancarai oleh awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/8).

Meskipun demikian, Bahlil tidak memberikan rincian spesifik mengenai volume minyak yang telah diimpor. Ia menambahkan bahwa saat ini tahap kedua sedang dalam proses dan pemerintah berencana untuk menjalin kontrak jangka panjang terkait impor minyak dari Rusia.

Bahlil menekankan bahwa pengadaan minyak ini dilakukan oleh negara melalui skema kerja sama antarpemerintah (G2G), bukan oleh PT Pertamina. Ia menjelaskan bahwa negara akan mengelola minyak yang diimpor untuk kepentingan nasional.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan digunakan sebagai cadangan energi nasional. Indonesia sendiri mendapatkan kuota impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia, hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow.

Yuliot menjelaskan bahwa minyak mentah tersebut tidak langsung diolah untuk konsumsi, melainkan berfungsi sebagai cadangan penyangga energi nasional. Kerja sama pengadaan minyak ini difasilitasi oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), sebuah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM, melalui skema G2G.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.