bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 03:04 WIB

Indonesia Open 2026: Gebrakan Teknologi dan Tiket Terjangkau di Istora

Redaksi 14 April 2026 8 views
Indonesia Open 2026: Gebrakan Teknologi dan Tiket Terjangkau di Istora
Ilustrasi: Indonesia Open 2026: Gebrakan Teknologi dan Tiket Terjangkau di Istora

bytedaily - Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, mengumumkan bahwa turnamen bulu tangkis prestisius ini akan menawarkan pengalaman yang revolusioner bagi para penggemar. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, edisi 2026 akan mengintegrasikan inovasi teknologi secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek pertandingan, tetapi juga pada keseluruhan pengalaman pengunjung di luar arena kompetisi. Konsep hiburan terintegrasi ini diharapkan dapat memperkaya daya tarik turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno pada 2 hingga 7 Juni 2026.

Lebih lanjut, Budiharto memaparkan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai area interaktif dan aktivitas menarik yang dirancang khusus untuk dinikmati oleh pengunjung selama turnamen berlangsung. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman penonton secara signifikan sekaligus memperkuat posisi Indonesia Open sebagai salah satu ajang bulu tangkis kelas dunia. Sebagai tambahan, untuk memastikan akses yang lebih luas bagi para pecinta bulu tangkis, panitia juga berkomitmen untuk menyediakan harga tiket yang lebih terjangkau, mewujudkan ambisi menjadikan Indonesia Open sebagai 'pesta rakyat bulu tangkis' yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dukungan kuat untuk penyelenggaraan acara ini datang dari sponsor utama, Polytron, yang menekankan pendekatan inovasi teknologi berkelanjutan, termasuk penggunaan kendaraan listrik untuk mobilitas atlet. Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memajukan olahraga nasional dan berkontribusi pada ekosistem kompetisi berkualitas bagi atlet Indonesia. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menambahkan bahwa turnamen ini sangat krusial dalam kalender bulu tangkis dunia dan menjadi momentum penting bagi atlet nasional untuk unjuk gigi di kandang sendiri, dengan fokus pelatnas saat ini pada akselerasi pemain muda.