bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, IndyCar telah menarik kaos bertema 'One Nation' yang dirancang untuk balapan America 250 di Washington D.C. setelah menuai kritik tajam atas konotasi rasial yang dinilai jelas.
Menurut laporan New York Times, kaos tersebut dihapus dari situs penjualan pada hari yang sama saat pertama kali diunggah. Mahasiswa pascasarjana di Team Jalopnik mengidentifikasi simbol pada kaos tersebut sebagai 'fasces' Romawi, yang merupakan asal kata 'fasisme'.
Selain dianggap tidak pantas, kaos tersebut juga dinilai tidak akurat mengingat IndyCar baru saja menggelar Miami Grand Prix dan balapan Indy 500 akan segera berlangsung. Penulis menekankan bahwa Amerika Serikat adalah negara multirasial.
Koleksi kaos lain yang tersedia untuk balapan IndyCar pada 23 Agustus di National Mall juga mendapat sorotan negatif. Kaos-kaos tersebut digambarkan sebagai desain yang norak, terkesan dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), dan bahkan lebih mahal untuk ukuran wanita yang berupa potongan pendek (midriff).
Salah satu kaos menampilkan slogan "Nothing says America more than the sound of fast cars racing around Washington D.C." yang dianggap aneh mengingat belum pernah ada balapan IndyCar di D.C. sebelumnya. Kaos lain yang berwarna hitam menampilkan elemen patriotik seperti bendera dan elang botak, namun dikritik karena desainnya yang terkesan dipaksakan.
Kaos berwarna kuning mustard dengan deskripsi "white smoke" juga mendapat komentar pedas, bahkan ada kaos yang dipasarkan khusus untuk wanita berupa atasan crop top dengan harga yang sama, yang disinggung sebagai potensi referensi terhadap kesenjangan upah.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.