bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 19:33 WIB

Inovasi Rekayasa Mesin: Mampu Berjalan dengan Bensin dan Diesel Secara Bersamaan

Redaksi 26 April 2026 14 views
Inovasi Rekayasa Mesin: Mampu Berjalan dengan Bensin dan Diesel Secara Bersamaan
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, para insinyur telah berhasil mengembangkan sebuah desain mesin inovatif yang mampu menggunakan bahan bakar bensin dan diesel secara simultan, sebuah terobosan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dilakukan tanpa risiko kerusakan mesin yang mahal.

Mesin yang mampu menggunakan kedua jenis bahan bakar ini disebut sebagai Reactivity Controlled Compression Ignition (RCCI). Konsep ini dikembangkan oleh para peneliti di University of Wisconsin-Madison dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi bahan bakar. Mesin RCCI bekerja dengan memanfaatkan perbedaan reaktivitas antara bensin (bahan bakar dengan reaktivitas rendah) dan diesel (bahan bakar dengan reaktivitas tinggi) untuk mengoptimalkan proses pembakaran.

Prinsip kerja mesin RCCI, seperti dijelaskan dalam laporan jalopnik.com, melibatkan injeksi bahan bakar yang canggih. Pada langkah isap, udara dan bensin disemprotkan ke dalam silinder melalui injeksi port. Kemudian, pada langkah kompresi, diesel disemprotkan dalam dua tahap melalui injeksi langsung. Semprotan diesel pertama dilakukan sebelum kompresi maksimal untuk menciptakan lapisan bahan bakar, sementara semprotan kedua dilakukan saat piston mendekati titik puncaknya. Panas dari kompresi yang tinggi inilah yang memicu pembakaran diesel, yang kemudian membakar campuran bensin-diesel, dan terakhir membakar lapisan bensin murni.

Kemampuan untuk mengatur waktu dan jumlah injeksi kedua bahan bakar memungkinkan para insinyur untuk secara signifikan mengubah kurva tenaga mesin pada setiap siklus pembakaran. Teknologi RCCI ini telah diuji coba pada mesin Caterpillar berkapasitas 2.44 liter silinder tunggal dan mesin GM berkapasitas 1.9 liter empat silinder, menunjukkan potensi penerapannya baik untuk kendaraan komersial maupun penumpang.

Tujuan pengembangan mesin ini adalah untuk mengatasi inefisiensi yang melekat pada mesin pembakaran internal konvensional. Mesin bensin pada umumnya memiliki efisiensi termal sekitar 35%, sementara mesin RCCI yang mampu menggabungkan dua bahan bakar dengan reaktivitas berbeda dapat memaksimalkan efisiensi dengan menyesuaikan proporsi masing-masing bahan bakar pada putaran mesin yang ideal. Selain itu, mesin ini juga dapat beroperasi dengan rasio udara-bahan bakar yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin konvensional.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.