bytedaily - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyuarakan optimisme tinggi bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 diproyeksikan mencapai angka Rp497 triliun. Angka ini diperkirakan menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan target ambisius yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Rosan menyampaikan keyakinannya ini dalam forum Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai target investasi yang telah dicanangkan.
Lebih lanjut, Rosan menguraikan bahwa capaian investasi yang diprediksi ini tidak hanya akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 627 ribu orang, atau meningkat 5,5 persen dari tahun sebelumnya. Target investasi nasional 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun, sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Sektor hilirisasi, menurutnya, tetap menjadi tulang punggung kontribusi investasi, menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan bahwa industri logam dasar diprediksi memimpin realisasi investasi triwulan I 2026 dengan Rp67 triliun, diikuti oleh sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi senilai Rp54 triliun, serta pertambangan dengan Rp51 triliun. Wilayah DKI Jakarta diproyeksikan menjadi penerima investasi terbesar (Rp74 triliun), disusul Jawa Barat (Rp72 triliun), dan Jawa Timur (Rp38 triliun). Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia tetap menarik minat investor dari negara-negara seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, bahkan menunjukkan peningkatan minat dari kawasan Timur Tengah. Stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi yang kondusif menjadi kunci utama kepercayaan investor.