bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 18:34 WIB

Investasi Rp574 Triliun Mengalir, HKI Desak Tim Khusus Kawal Hilirisasi Pasca Kunjungan Presiden

Redaksi 13 April 2026 15 views
Investasi Rp574 Triliun Mengalir, HKI Desak Tim Khusus Kawal Hilirisasi Pasca Kunjungan Presiden
Ilustrasi: Investasi Rp574 Triliun Mengalir, HKI Desak Tim Khusus Kawal Hilirisasi Pasca Kunjungan Presiden

bytedaily - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyambut positif komitmen investasi senilai Rp574 triliun yang berhasil dihimpun Presiden Prabowo Subianto dari kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Nilai fantastis ini, yang terdiri dari kesepakatan senilai 23,6 miliar dolar AS (sekitar Rp401 triliun) dengan Jepang dan 10,2 miliar dolar AS (sekitar Rp173 triliun) dengan Korea Selatan, dinilai HKI sebagai bukti daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, mengapresiasi diplomasi aktif Presiden yang dinilai mampu mendorong percepatan hilirisasi industri nasional dan penguatan ketahanan energi.

Meskipun demikian, HKI menekankan bahwa tantangan terbesar kini terletak pada tahap implementasi di dalam negeri. Ma'ruf mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim khusus pengawalan dan percepatan investasi. Tim ini diharapkan berfungsi sebagai unit reaksi cepat yang mampu mengatasi berbagai hambatan di lapangan, memastikan setiap janji investasi terealisasi secara optimal, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kawasan industri. HKI tidak ingin komitmen besar ini hanya berakhir pada seremoni belaka, melainkan harus benar-benar diterjemahkan menjadi aliran modal yang produktif.

Dengan adanya pengawalan investasi yang kuat dan koordinasi lintas sektor yang solid, Ma'ruf optimistis Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat produksi dalam rantai pasok global. Ia menambahkan, keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk membuktikan kepada mitra internasional, dari Jepang hingga Timur Tengah, bahwa Indonesia bukan hanya arena diskusi, tetapi destinasi investasi paling strategis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya merinci komitmen investasi tersebut, menyoroti peringkat Jepang sebagai investor ketiga dan Korea Selatan sebagai investor ketujuh terbesar di Indonesia.