bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Investasi Semester I 2026 Tumbuh, Kebutuhan Kawasan Bisnis Meningkat

Redaksi 10 Oktober 2026 6 views
Investasi Semester I 2026 Tumbuh, Kebutuhan Kawasan Bisnis Meningkat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026, naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan investasi, termasuk di sektor infrastruktur, turut meningkatkan kebutuhan terhadap kawasan industri dan bisnis dengan dukungan konektivitas yang memadai.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran termasuk sektor yang menopang investasi nasional.

Seiring berkembangnya kegiatan usaha, kawasan bisnis tidak hanya dituntut menyediakan ruang. Aksesibilitas, konektivitas, serta fleksibilitas operasional juga menjadi bagian dari kebutuhan pelaku usaha. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjawab kebutuhan itu adalah pengembangan kawasan terintegrasi.

Pendekatan tersebut tercermin dalam Indonesia Real Estate Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 25 September 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan SEA CONNECT itu, Agung Intiland mendapat penghargaan Best Industrial & Business Park Developer – Indonesia. Luxima Bizhub, klaster pergudangan di Laksana Business Park, meraih penghargaan Best Innovative Business Hub Development – Indonesia.

General Manager Business Development and Technical Agung Intiland, Farizki Hakim Rosyidi, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan bisnis perlu memperhitungkan kebutuhan operasional dan pertumbuhan usaha dalam jangka panjang. Menurutnya, kawasan yang baik perlu membantu perusahaan bekerja lebih efisien, terhubung dengan rantai pasok, serta memberi ruang bagi perkembangan usaha.

Farizki juga mengatakan perencanaan kawasan perlu memadukan infrastruktur, konektivitas, dan fungsi ruang agar dapat mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Di Laksana Business Park, keterhubungan dengan jalan tol, bandara, dan pelabuhan menjadi salah satu pertimbangan karena berkaitan dengan mobilitas barang dan manusia serta kelancaran kegiatan bisnis.

Perencanaan Laksana Business Park diarahkan untuk mengakomodasi pengembangan hingga tahap ketiga, sehingga kawasan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna dan aktivitas usaha ke depan. Sementara itu, Luxima Bizhub dirancang sebagai klaster pergudangan yang memadukan fungsi bisnis, fleksibilitas ruang, dan konektivitas bagi pelaku usaha.

Farizki menambahkan, kebutuhan pelaku usaha terus berubah. Karena itu, kawasan bisnis perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempertahankan relevansinya dalam jangka panjang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.