bytedaily - Bekerja dari rumah sering kali menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gangguan hewan peliharaan, nyeri punggung akibat duduk terlalu lama, hingga lupa untuk bergerak. Meskipun ada beberapa aplikasi yang mengingatkan untuk bergerak atau memperbaiki posisi duduk, namun aplikasi tersebut mudah diabaikan. Setelah bertahun-tahun mencoba berbagai solusi untuk memperbaiki postur saat bekerja di rumah, penulis menemukan Isa, sebuah perangkat meja dari startup Jerman, Deep Care, yang menawarkan pendekatan berbeda.
Dilansir dari techcrunch.com, Isa adalah perangkat yang melacak postur, hidrasi, pencahayaan, suara, dan gerakan tanpa menggunakan kamera atau koneksi internet. Pendekatan ini menjadi pembeda signifikan di era pengawasan digital yang terus-menerus.
Isa dilengkapi dengan layar IPS HD berukuran 5,5 inci dan menyerupai jam meja. Perangkat ini ditenagai melalui USB-C dengan konsumsi daya sekitar 2,45W. Sensor utama yang digunakan adalah sensor kedalaman 3D Time-of-Flight (ToF) di bagian depan, teknologi yang sama dengan pengenalan wajah pada beberapa kamera ponsel pintar. Sensor ini bertugas melacak postur dan gerakan pengguna.
Teknologi ToF ini juga mendukung fitur beta, seperti menghitung jumlah konsumsi cairan. Sensor ini diklaim bekerja dalam jangkauan 0,15 meter hingga 1,8 meter, memungkinkan pelacakan gerakan bahkan saat pengguna berdiri dari meja. Selain itu, Isa juga dilengkapi dengan sensor ToF 1D, giroskop, barometer, sensor cahaya, sensor tingkat kebisingan, sensor CO₂/VoC, serta sensor suhu dan kelembaban.
Proses pengaturan Isa cukup sederhana, pengguna diminta memasukkan beberapa detail mengenai diri dan rutinitas kerja. Namun, penulis mencatat bahwa tidak ada opsi untuk mengatur zona waktu India atau zona waktu Asia lainnya, karena Isa saat ini hanya mendukung zona waktu Uni Eropa dan Amerika Serikat. Dukungan zona waktu yang lebih luas atau jam dunia sederhana dianggap sebagai ekspektasi dasar untuk perangkat meja.
Pada layarnya, Isa menampilkan postur pengguna melalui cincin berbentuk 'squircle' yang terisi atau kosong sesuai dengan kualitas posisi duduk. Terdapat pula widget bergaya tangki air untuk melacak asupan minum. Jika posisi duduk tidak benar, indikator akan berubah menjadi kuning. Cincin visual ini terbukti efektif sebagai pengingat visual; penulis secara naluriah memperbaiki postur saat melihat indikator berwarna kuning atau merah.
Perangkat ini juga akan bergetar untuk memberi peringatan jika pengguna membungkuk terlalu lama. Peringatan ini juga menandakan jika pengguna terlalu condong ke depan atau ke belakang, membantu koreksi postur.
Widget serupa melacak pergerakan. Jika pengguna tidak bergerak dalam beberapa waktu, Isa akan menyarankan untuk berdiri dan menawarkan panduan latihan di perangkat. Pelacak gerakan akan diatur ulang saat pengguna kembali ke meja setelah istirahat.
Keputusan Deep Care untuk tidak menyertakan kamera demi privasi memiliki konsekuensi. Jika ada objek seperti botol yang menghalangi antara pengguna dan sensor, perangkat bisa salah mengartikannya sebagai orang dan mencatat pengguna sebagai tidak bergerak. Hewan peliharaan atau anggota keluarga yang melintas juga dapat memicu sensor. Meskipun Isa biasanya mendeteksi saat pengguna tidak di meja dan beralih ke tampilan jam digital, penulis berharap ada tombol manual untuk memberitahu perangkat agar berhenti melacak.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.