bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Jangkauan Konektivitas Digital RI di Atas 90 Persen, Pemerintah Dorong 5G

Redaksi 27 September 2026 11 views
Jangkauan Konektivitas Digital RI di Atas 90 Persen, Pemerintah Dorong 5G
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo menyebut jangkauan konektivitas digital di Indonesia telah melampaui 90 persen. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada peningkatan mutu layanan dan percepatan pengembangan jaringan 5G.

Angga menyampaikan hal itu setelah menghadiri peringatan puncak Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9). Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital tidak cukup hanya menyediakan sinyal, tetapi juga perlu meningkatkan kualitas layanan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital baru-baru ini merilis pita frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz agar dapat dioptimalkan operator seluler. Angga menjelaskan, frekuensi 700 MHz dibutuhkan untuk memperluas cakupan 4G dan mengurangi wilayah tanpa sinyal, sementara 2.600 MHz ditujukan untuk meningkatkan kualitas 5G.

Angga mengakui jangkauan 5G di Indonesia masih terbatas. Namun, ia berharap pemanfaatan frekuensi 2.600 MHz dapat mendorong perkembangan teknologi tersebut dalam tiga tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik dengan harga terjangkau.

Perluasan jaringan itu, menurut Angga, sejalan dengan visi transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital, yaitu Terkoneksi, Tumbuh, dan Terjaga. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat untuk membangun infrastruktur serta ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.