bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, PT KAI (Persero) menyatakan rencana mendatangkan KRL bekas dari Jepang menggunakan skema hibah, bukan jual beli. Meski tidak membeli rangkaian tersebut, KAI menyiapkan biaya untuk proses pengirimannya ke Indonesia.
Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, mengatakan besaran biaya pengiriman masih dihitung dan difinalisasi. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah diskusi di Mercure Bandung City Centre, Jawa Barat.
Sebelum dikirim, KRL tersebut akan menjalani penilaian kondisi di Jepang untuk memastikan rangkaiannya memenuhi persyaratan dan laik beroperasi. Setelah tiba di Indonesia, tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga akan melakukan pengujian.
KRL itu telah beroperasi di Jepang selama sekitar 25 tahun dan direncanakan digunakan di Indonesia selama 10 tahun. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan biaya yang timbul jika impor tersebut terealisasi akan ditanggung KAI.