bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah daerah mulai membantu pelaku usaha kecil melalui penjualan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Skema ini dinilai mendukung keberlangsungan usaha pedagang harian.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasional koperasi di empat wilayah. Peninjauan yang dilakukan serentak di 10.070 titik tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat mengakses barang bersubsidi dan komoditas dasar.
Di KDKMP Tambakrejo, Sidoarjo, pedagang makanan menyambut baik harga barang yang dijual koperasi. Ketersediaan sembako dan pasokan gas LPG dinilai mendukung usaha mikro. Sumarti, salah seorang pedagang setempat, mengatakan harga komoditas di koperasi lebih terjangkau dibandingkan tempat lain, bahkan menyerupai harga grosir meski pembeliannya dalam jumlah sedikit.
Zulkifli menyampaikan bahwa pemerintah mengawasi efisiensi harga dan kelancaran pasokan. Koperasi diharapkan membantu menggerakkan ekonomi desa. Selain menjual barang konsumsi, KDKMP juga menjadi tempat pemasaran produk olahan lokal untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk UMKM.
Di KDKMP Sobokerto, Boyolali, koperasi memfasilitasi penjualan sembako sekaligus membantu pemasaran keripik berbahan tulang ikan, produk khas desa. Pengelolaan koperasi melibatkan tenaga muda terdidik yang berupaya mengembangkan potensi lokal. Manajer KDKMP Sobokerto, Desi Sari, mengatakan ia memilih ikut membangun desa melalui koperasi setelah sebelumnya bekerja di sektor swasta dan menempuh pendidikan magister dengan beasiswa negara.
Sementara itu, pengelola KDKMP Sonorejo di Kediri mencatat warga telah menanyakan jadwal pembukaan gerai sebelum koperasi resmi beroperasi. Minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci termasuk produk yang banyak diminati. Manajer KDKMP Sonorejo, Keril, mengatakan warga tertarik karena mendengar barang-barang tersebut dijual dengan harga lebih murah.
Untuk mendukung kegiatan operasional dan distribusi, setiap KDKMP dilengkapi kendaraan berupa truk, mobil pikap, dan bentor. Armada tersebut digunakan untuk memperlancar pasokan komoditas serta menjalankan fungsi pembeli siaga.
Hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 23.000 gedung KDKMP telah selesai dibangun dan 28.626 manajer telah direkrut secara nasional. Pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk memastikan koperasi beroperasi.