bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan belum menerima laporan gangguan distribusi bahan pokok akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan Kementerian Perdagangan, pasokan masih tersedia dan harga kebutuhan pokok relatif stabil. Budi menyampaikan hal itu di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).
Kemendag berkoordinasi dengan dinas daerah, peritel, dan distributor untuk memeriksa kondisi pasokan serta mengetahui dampak karhutla atau bencana lain terhadap penyaluran barang, ketersediaan, dan harga. Budi juga mengatakan belum menerima keluhan pedagang mengenai distribusi maupun sepinya pembeli.
Pemantauan dilakukan di seluruh Indonesia melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Menurut Budi, data dalam sistem tersebut memberikan gambaran mengenai harga dan kondisi barang di pasar, yang dapat digunakan untuk melihat kelancaran distribusi.
Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) sedang menghimpun data awal mengenai dampak kabut asap terhadap kegiatan pedagang. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan menyebut pedagang di Palangka Raya dan Banjarmasin dilaporkan menutup kios atau lapak karena asap menghambat aktivitas di luar ruangan.
Reynaldi mengatakan pembatasan kegiatan di ruang publik, termasuk pasar, selama hampir dua pekan terakhir turut menekan omzet. Pendataan awal IKAPPI memperkirakan penurunan omzet pedagang mencapai 60 hingga 65 persen.
IKAPPI juga menyoroti harga sejumlah bahan pangan di Kalimantan. Reynaldi menyebut harga cabai telah mencapai lebih dari Rp100 ribu per kilogram, sedangkan beberapa komoditas lain turut naik. Namun, organisasi itu masih mengumpulkan informasi dari kota dan kabupaten terdampak, termasuk jumlah pedagang yang masih berjualan. Karena itu, besaran dampak karhutla terhadap aktivitas perdagangan secara menyeluruh belum dapat dipastikan.