bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemerintah tengah mengkaji Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai lokasi potensial untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC). Opsi ini dinilai sebagai yang paling siap untuk diimplementasikan karena KEK sudah memiliki infrastruktur yang memadai dan berbagai insentif yang ditawarkan.
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, PFII merupakan program tersendiri yang berbeda dari KEK, namun keduanya dapat bersinergi. Ia menjelaskan bahwa PFII bersifat sebagai sebuah program khusus, sementara KEK berbasis kawasan. Keberadaan PFII di dalam kawasan ekonomi khusus dinilai akan mempermudah implementasinya.
Meskipun lokasi PFII masih dalam tahap kajian, Susiwijono menekankan bahwa KEK yang telah beroperasi dinilai paling siap karena telah dilengkapi berbagai fasilitas dan insentif yang menarik bagi investor. Insentif tersebut mencakup fasilitas seperti tax holiday, pembebasan bea masuk, kemudahan dalam perpajakan impor dan ekspor, serta kemudahan dalam penggunaan tenaga kerja asing, yang semuanya telah diatur dalam undang-undang dan peraturan pemerintah.
Pemerintah juga dituntut untuk bergerak cepat, mengingat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) mengamanatkan pembentukan regulasi PFII dalam kurun waktu tiga bulan. Susiwijono menyatakan bahwa penempatan program PFII di kawasan KEK akan menjadi opsi implementasi yang paling cepat.
Di samping itu, pemerintah terus berupaya memperkuat peran KEK sebagai pusat investasi baru. Salah satu contohnya adalah kerja sama KEK Singhasari dengan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore untuk pengembangan pendidikan manajemen bertaraf internasional. Susiwijono menambahkan bahwa pengembangan KEK kini tidak hanya berfokus pada sektor industri, tetapi juga merambah ke bidang pendidikan, teknologi, inovasi, dan pengembangan talenta guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.