bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) bekerja sama untuk menurunkan emisi karbon dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bertajuk Climate Action and Decarbonisation to Strengthen Food Resilience di New York pada September lalu. Dokumen tersebut ditandatangani President of IGCN Y. W. Junardy dan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, disaksikan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kerja sama yang berlangsung di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 itu dimaksudkan untuk menyelaraskan peran pemerintah dan pelaku usaha dalam merespons dampak perubahan iklim terhadap sistem pangan.
Menurut rilis Kemenko Pangan, upaya yang dirancang meliputi percepatan dekarbonisasi, penurunan emisi gas rumah kaca, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta peningkatan kemampuan sistem pangan beradaptasi terhadap risiko perubahan iklim.
Kolaborasi tersebut juga memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan rendah karbon, sembari menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.