bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengidentifikasi adanya modus baru yang dilakukan segelintir penjual kartu SIM. Praktik ini melibatkan pengaktifan kartu SIM menggunakan data biometrik wajah penjual sendiri sebelum kartu tersebut diserahkan kepada pembeli.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa praktik tersebut masih ditemukan meskipun seluruh operator seluler telah mengimplementasikan registrasi pelanggan berbasis teknologi pengenalan wajah. Menurut Edwin, modus ini memungkinkan penjual untuk membatalkan registrasi kartu setelah nomor tersebut digunakan oleh pelanggan. Konsekuensinya, pelanggan berisiko kehilangan akses atas nomor telepon mereka karena tidak terdaftar atas nama mereka yang sebenarnya.
Edwin menjelaskan, "Masih ada yang mau coba-coba gitu ya. Kartu diaktivasi dengan wajahnya, dibawa oleh customer, setelah customer pakai, kemudian di-unregister, jadi customer-nya merugi." Temuan ini terungkap saat Komdigi melakukan pengecekan penerapan registrasi biometrik di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta.
Edwin menekankan pentingnya pendaftaran kartu SIM menggunakan identitas dan data biometrik pemilik nomor yang sah. Penggunaan data biometrik orang lain untuk registrasi menyebabkan ketidaksesuaian identitas pengguna dengan data pendaftaran. "Ini praktik-praktik di lapangan yang harus diperhatikan. Kita sekarang eranya kejujuran, apa yang kita pakai itu harus atas nama kita," ujarnya.
Lebih lanjut, Edwin menyatakan bahwa keberhasilan penerapan registrasi biometrik memerlukan sinergi dari seluruh pihak demi terciptanya proses yang transparan dan sesuai regulasi. Berdasarkan observasi Komdigi, Edwin menyebutkan bahwa jumlah pihak yang telah mematuhi ketentuan registrasi biometrik lebih banyak dibandingkan yang belum patuh, meskipun ia tidak merinci angka pastinya. "Sudah lebih banyak yang comply daripada yang tidak, tapi yang tidak ini semoga semakin lama semakin menghilang dan kita bisa berjalan dengan lebih baik lagi," tutup Edwin.