bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemanfaatan data pintar, kecerdasan buatan (AI), dan smart factory menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing koperasi dan UMKM di Indonesia. Topik tersebut dibahas dalam Korea-Indonesia Smart Factory Seminar bertajuk “Smart Data, AI, Smart Factory: Transformation Indonesian Cooperatives and SMEs” di Binus @Bekasi, Jawa Barat.
Pengawas Ahli Utama Kementerian Koperasi, Daniel Asnur, mengatakan lokakarya itu mengenalkan penggunaan AI dan pengolahan data untuk mendukung penerapan smart factory. Peserta juga diperkenalkan dengan Orange 3, perangkat yang dapat membantu analisis dan visualisasi data secara lebih mudah dan aplikatif.
Daniel menyampaikan bahwa transformasi digital perlu disertai kemampuan menerapkan teknologi secara langsung dalam proses bisnis, bukan hanya pengetahuan. Pada 2026, pelaksanaan Program ODA Smart Factory memasuki tahun terakhir.