bytedaily
Rabu, 24 Juni 2026 - 22:29 WIB

Kemenpar dan Kemenhub Berupaya Stabilkan Harga Tiket Pesawat Melalui Diskusi Avtur

Redaksi 14 Juni 2026 13 views
Kemenpar dan Kemenhub Berupaya Stabilkan Harga Tiket Pesawat Melalui Diskusi Avtur
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan guna membahas tingginya harga avtur. Isu ini menjadi krusial karena berdampak langsung pada konektivitas angkutan udara, sektor pariwisata, serta aktivitas ekonomi nasional.

Kemenpar menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan industri penerbangan nasional dilakukan untuk menjaga ekosistem penerbangan yang sehat. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah bersama instansi terkait lainnya tengah mengupayakan berbagai langkah mitigasi untuk menahan kenaikan harga tiket pesawat domestik yang dipicu oleh lonjakan harga avtur.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus menggencarkan kampanye #BanggaBerwisataDiIndonesia guna mendorong perjalanan wisata domestik. Kemenpar meyakini bahwa penciptaan ekosistem pariwisata yang sehat bergantung pada penjagaan harga tiket yang terjangkau melalui berbagai efisiensi di sektor penerbangan.

Salah satu kebijakan yang telah diterbitkan adalah Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 mengenai Besaran Biaya Tambahan (surcharge). Kebijakan ini memberikan izin kepada maskapai penerbangan untuk menerapkan fuel surcharge maksimal 50 persen dari tarif batas atas (TBA). Pemberlakuan kebijakan ini merupakan respons terhadap kenaikan harga avtur pada Mei 2026 yang tercatat mencapai rata-rata Rp 29.116 per liter.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.