bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mempercepat perbaikan jalan nasional yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/8).
Salah satu ruas jalan yang terdampak parah adalah ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue. Ruas jalan ini mengalami longsoran yang menutup akses, sehingga mengganggu mobilitas warga.
Identifikasi awal di lapangan menunjukkan setidaknya ada 10 titik longsor dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, yang memerlukan penanganan segera. Tim BPJN NTT berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus melakukan pemantauan dan identifikasi guna memastikan kondisi jalan dan jumlah titik longsor di sepanjang jalur tersebut.
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan infrastruktur pascabencana. Ia menyatakan bahwa Kementerian PUPR akan segera bergerak untuk memulihkan akses bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden untuk bangkit secepat mungkin setelah bencana.
Untuk mendukung upaya percepatan ini, hingga Selasa (18/8) malam, telah dikerahkan dua unit ekskavator dan satu unit mobil pikap L300 ke lokasi. Peralatan tersebut difungsikan untuk membuka akses dan membersihkan material longsoran di beberapa titik.
Tim gabungan berhasil membuka salah satu titik longsor di Desa Pulue pada ruas Krica-Lidi pada Rabu (19/8) pukul 16.00 WIT. Saat ini, fokus pekerjaan beralih pada pembersihan sisa material longsoran agar akses dapat kembali aman dilalui.
Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan pada titik-titik longsor lainnya secara bertahap, dengan memprioritaskan lokasi yang paling mendesak untuk segera dibuka. Identifikasi kondisi lapangan yang berkelanjutan akan menjadi dasar penentuan kebutuhan alat, metode penanganan, serta urutan prioritas pekerjaan di setiap titik longsoran.
Seluruh proses penanganan akan tetap memperhatikan kondisi medan serta mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat di sekitar area kerja. Kementerian PUPR berkomitmen untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan terdampak bencana demi kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi di wilayah NTT.