bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kementerian PUPR Tegaskan Alur Sungai Barito Tetap Bisa Dilintasi Kapal Meski Musim Kemarau

Redaksi 22 Agustus 2026 1 views
Kementerian PUPR Tegaskan Alur Sungai Barito Tetap Bisa Dilintasi Kapal Meski Musim Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan kepastian bahwa alur utama Sungai Barito di sekitar wilayah Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, masih dapat dilalui oleh kapal maupun perahu.

Kepastian ini disampaikan setelah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III melakukan pemantauan langsung pada Jumat (21/8). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan muka dan debit air akibat musim kemarau, yang menyebabkan munculnya hamparan pasir di beberapa bagian sungai, kondisi tersebut tidak berarti sungai mengalami kekeringan secara keseluruhan.

BWS Kalimantan III mengonfirmasi bahwa masih terdapat aliran air dengan lebar diperkirakan mencapai 100 meter di alur utama Sungai Barito, yang memadai untuk aktivitas transportasi sungai.

Informasi ini muncul sebagai respons terhadap beredarnya video di media sosial yang menampilkan hamparan pasir di tengah Sungai Barito, menimbulkan kekhawatiran mengenai kelayakannya untuk dilintasi.

Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Eriyanto, menjelaskan bahwa hamparan pasir yang terlihat dalam video merupakan area yang tidak teraliri air akibat surutnya muka air. Ia menambahkan bahwa video tersebut diambil dari sudut pandang di atas Jembatan Kalahien, yang dari lokasi tersebut area gosong terlihat luas dan dapat memberikan kesan kekeringan.

"Namun, ketika dilakukan pemantauan langsung, masih terlihat alur utama sungai yang berair dan tetap berfungsi sebagai jalur transportasi sungai," ujar Sandi dalam pernyataan resminya.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya antisipasi pemerintah terhadap dampak penurunan muka dan debit air akibat musim kemarau, termasuk potensi kekeringan. Ia menyatakan bahwa pemerintah harus bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan.

Kementerian PUPR melalui BWS Kalimantan III terus memantau kondisi muka air dan alur Sungai Barito, khususnya selama periode musim kemarau, untuk mengantisipasi dampak penurunan muka air terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi sungai.

BWS Kalimantan III berjanji akan terus memperbarui informasi berdasarkan pemantauan langsung di lapangan untuk memberikan gambaran yang utuh dan akurat mengenai kondisi Sungai Barito. Kementerian PUPR juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi secara menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan dokumentasi dari satu sudut pandang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.