bytedaily - Menjelang duel Timnas Indonesia kontra Bulgaria dalam FIFA Series 2026 pada Senin (30/3), legenda sepak bola nasional, Risdianto, berbagi pengalaman pahit saat kedua tim bentrok pada tahun 1973.
Risdianto menggambarkan betapa sulitnya menghadapi tim Eropa Timur seperti Bulgaria. Ia mengingat gaya bermain cepat dan keras mereka yang selalu menyulitkan Timnas Indonesia di masa lalu. "Seinget saya kalau lawan Bulgaria, Eropa Timur, itu susah melawannya. Mereka itu mainnya cepat, terus keras, kita selalu kalah kalau lawan Eropa Timur," ungkap Risdianto.
Meskipun demikian, Risdianto memberikan pesan penting kepada skuad Garuda saat ini untuk tidak gentar. Ia menekankan bahwa semangat juang dan determinasi di lapangan adalah kunci utama. Menurutnya, tampil ngotot akan selalu mendapatkan dukungan penuh dari para suporter tanah air. "Yang penting kita ngotot saja, pasti penonton senang," ujarnya.
Risdianto juga mengingatkan bahwa intimidasi dari penonton di masa lalu, yang terkadang melempar benda, tidak perlu ditakutkan. Sikap tampil ngotot justru akan membangkitkan dukungan. "Yang penting ngotot dulu baru berpikir, jangan berpikir dulu baru ngotot. Kalau sudah ngotot kita baru tahu harus berbuat apa," tambahnya, menyarankan agar para pemain, contohnya di Timnas U-17, fokus pada semangat juang sebelum memikirkan strategi.
Sejarah pertemuan kedua tim mencatat dua pertandingan sebelumnya. Pertemuan pertama pada 21 Januari 1959 berakhir imbang 0-0 di Stadion Ikada. Bulgaria, yang saat itu sedang menjalani tur Asia menjelang Olimpiade 1960, telah menunjukkan kekuatannya dengan mengalahkan beberapa klub papan atas Indonesia sebelum menghadapi Timnas.
Pertemuan kedua yang paling diingat adalah pada 4 Februari 1973 di Stadion Utama Senayan. Dalam laga yang disaksikan lebih dari 72 ribu penonton, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor telak 0-4. Kekalahan ini mengukuhkan rapor buruk Indonesia atas Bulgaria selama 53 tahun terakhir. Laga FIFA Series 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki catatan statistik negatif tersebut.