bytedaily - Manchester City berambisi mengukir periode sukses yang panjang setelah meraih gelar domestik ganda musim ini, dengan Khadija Shaw menjadi figur sentral dalam rencana klub. Laporan dari bbc.com menyebutkan, masa depan Shaw sempat diselimuti ketidakpastian, namun ia akhirnya memutuskan bertahan dan menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun.
Keputusan Shaw untuk memperpanjang masa baktinya disambut gembira oleh para penggemar. Dalam acara parade perayaan di Co-op Live arena yang dihadiri 19.000 suporter, pemain berusia 29 tahun itu mengumumkan keputusannya yang mengejutkan. Jersey dengan namanya menghiasi kerumunan penggemar di Wembley Way sebelum final Piala FA Putri.
Shaw membuktikan betapa pentingnya dirinya bagi klub dengan mencetak gol pembuka dalam kemenangan 4-0 atas Brighton di final Piala FA Putri, yang merupakan gelar pertama City sejak 2020. Ia juga memberikan assist untuk gol ketiga City yang dicetak Aoba Fujino. Tiga pekan sebelumnya, City berhasil mengakhiri dominasi enam tahun Chelsea di Liga Super Wanita (WSL).
Manajer City, Gareth Taylor, menekankan pentingnya Shaw untuk ambisi kesuksesan berkelanjutan klub. "Pertama-tama, luar biasa baginya untuk berpikir bahwa program kami adalah cara terbaik untuk menjadi pemain sepak bola yang lebih baik dan bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk memenangkan gelar," ujar Taylor. "Kami senang dengan hal itu dan harus memberikan pujian besar kepada orang-orang yang terlibat dalam mewujudkannya."
Taylor menambahkan, "Kami memiliki Bunny Shaw di tim kami dan kami bermain dengan cara tertentu untuk mendapatkan yang terbaik darinya, untuk menempatkannya dalam situasi [mencetak gol] ini. Dia bertahan, dan itulah yang ingin kami terus lakukan bersamanya."
Shaw sendiri mengaku sempat merasa "sedikit gugup" saat akan mengumumkan kontrak barunya. Para penggemar sempat dilanda kecemasan karena Chelsea dikabarkan siap memanfaatkan situasi tersebut. Namun, setelah musim yang panjang di mana Shaw meraih berbagai penghargaan individu, termasuk Pemain Terbaik WSL dan Sepatu Emas, ia mengaku senang bisa meraih lebih banyak trofi.
"Mendapatkan gelar ganda adalah perasaan yang luar biasa," kata Shaw. "Saya selalu mengatakan bahwa Manchester adalah rumah saya. Butuh waktu, tetapi kami akhirnya menyelesaikan [kesepakatan kontrak] ini."
Gol Shaw di Wembley terbukti krusial, terutama setelah Brighton mendominasi jalannya pertandingan di 30 menit awal. Umpan silang pada menit ke-38 yang disundul Shaw mengubah momentum pertandingan. Gol tersebut membunuh semangat Brighton, dan gol kapten Alex Greenwood sesaat sebelum turun minum semakin memperkokoh keunggulan City. Gol penutup dari Vivianne Miedema mengukuhkan kemenangan City.
Taylor memuji profesionalisme Shaw dalam menghadapi spekulasi masa depannya. "Saya sangat terkesan dengan bagaimana dia menangani [spekulasi] itu. Dia tidak pernah menunjukkan suasana hati yang memengaruhi penampilannya. Tentu saja, dia tahu apa yang ditulis orang. Tetapi pada saat yang sama, dia sangat profesional, selalu tampil baik, dan selalu menjadi orang yang baik."
Kini, tantangan bagi Manchester City adalah mempertahankan performa gemilang mereka di musim mendatang dengan kehadiran Shaw sebagai pilar utama.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.