bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, sekitar 45% kendaraan baru di Amerika Serikat kini tidak lagi dilengkapi ban serep. Sebagai gantinya, banyak produsen mobil memilih untuk menyertakan kit segel ban darurat yang terdiri dari kompresor udara 12 volt dan cairan penambal. Meskipun kit ini dapat membantu sementara, para ahli menilai efektivitasnya masih di bawah ban serep tradisional, terutama dalam situasi tertentu.
Cara kerja kit segel ban adalah dengan menyuntikkan cairan penambal melalui pentil ban yang bocor. Tekanan udara kemudian mendorong cairan tersebut ke sumber kebocoran untuk membentuk lapisan pelindung. Kompresor udara selanjutnya digunakan untuk mengembalikan tekanan ban. Metode ini diklaim dapat membuat pengemudi kembali melanjutkan perjalanan.
Namun, para ahli menyarankan untuk membawa ban serep cadangan. Ryan Pszczolkowski, seorang teknisi ban dari Consumer Reports, mengakui bahwa kit segel dapat membantu mobil bergerak, tetapi menyatakan, "Anda tidak bisa mengalahkan ban serep asli sebagai solusi untuk masalah ban apa pun." Ronald Montoya dari Edmunds menambahkan bahwa ban serep sementara menawarkan keseimbangan terbaik antara ukuran dan kegunaan, sementara ban serep ukuran penuh memiliki performa yang setara dengan ban lainnya.
Mengenai penggunaan berulang, Kurt Berger, manajer teknik produk konsumen Bridgestone, menyebutkan bahwa sebagian besar ban yang diperbaiki dengan sealant biasanya langsung dibuang. Berbeda dengan ban serep yang dapat digunakan berkali-kali. Meskipun demikian, Dave Cowger dari General Motors menyatakan bahwa segel ban sementara dapat dilepas dan ban dapat diperbaiki oleh profesional setelah dibersihkan.
Kit segel ban, terutama yang dilengkapi kompresor, memang bisa menjadi penyelamat dalam keadaan darurat. Namun, segel ban bukanlah solusi untuk setiap jenis kerusakan. Gene Petersen dan Chris Jones dari Consumer Reports menyarankan untuk tidak menggunakan kit ini jika lubang pada ban berukuran lebih dari 0,24 inci atau jika terdapat sobekan di dinding samping ban. American Automobile Association (AAA) mengingatkan bahwa dinding samping ban terlalu fleksibel untuk diperbaiki dengan metode tambal atau suntikan segel. Untuk lubang besar yang melemahkan struktur ban, penggantian ban menjadi pilihan yang lebih aman.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.