bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:05 WIB

KKP Tetapkan Kawasan Konservasi Laut Belu Seluas 12.326,35 Hektare

Redaksi 05 Oktober 2026 11 views
KKP Tetapkan Kawasan Konservasi Laut Belu Seluas 12.326,35 Hektare
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan kawasan konservasi perairan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dengan luas 12.326,35 hektare. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 77 Tahun 2026 dan ditujukan untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati laut di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania Tunga Boro menyebut kawasan yang ditetapkan sebagai taman perairan itu mencakup terumbu karang, padang lamun, serta habitat ikan karang. Kawasan tersebut terbagi menjadi zona inti seluas 133,08 hektare, zona pemanfaatan terbatas seluas 11.153,50 hektare, dan zona lainnya seluas 1.039,77 hektare. Zona terakhir mencakup area rehabilitasi, instalasi laut, pelabuhan, serta tambat labuh.

Senior Fellow in Ocean Governance Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw, menilai penetapan tersebut menyediakan landasan hukum untuk memadukan pendekatan ilmiah dengan kearifan lokal dalam pengelolaan laut. Menurutnya, perlindungan ekosistem Belu berpotensi menjaga keberlanjutan sumber daya ikan yang dimanfaatkan nelayan setempat sekaligus memberi manfaat bagi pasar ikan di Timor Leste.

Kajian keanekaragaman hayati menunjukkan terumbu karang dan padang lamun di Belu menjadi tempat pemijahan dan pembesaran berbagai spesies ikan bernilai ekonomis. Victor mengatakan zona inti diharapkan melindungi sumber daya ikan, sedangkan zona pemanfaatan terbatas tetap dapat mendukung perikanan ramah lingkungan dan pariwisata.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.