bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN Erma Yulihastin menjelaskan bahwa dampak El Nino dapat berbeda antardaerah karena kondisi lokal. Bogor, misalnya, masih sering diguyur hujan akibat pengaruh keadaan setempat dan topografi pegunungan. Situasi ini berbeda dengan Lamongan, Jawa Timur, yang mengalami masa kering lebih panjang.
Dalam webinar bertajuk “El-Nino 2026-2027: From Global Climate Signal to Local Action: Preparing Indonesia and the United States for an Unprecedented Climate Challenge” pada Selasa (29/9), Erma mengatakan dampak El Nino 2026-2027 di Benua Maritim Indonesia menunjukkan pola yang semakin beragam dan tidak lagi terbagi sederhana berdasarkan garis ekuator.
Menurut Erma, perambatan gelombang El Nino dapat menggeser musim kemarau dan memperpanjang durasinya, sekaligus meningkatkan risiko tekanan panas ekstrem yang diukur dengan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Kajian timnya juga mencakup risiko terhadap produksi padi. Hasil pengukuran menunjukkan Kalimantan dan Papua rentan terhadap tekanan panas serta berpotensi mengalami peningkatan kebakaran hutan.
Erma menyampaikan bahwa ancaman kekeringan diperkirakan berlanjut hingga 2027-2028. Proyeksi tersebut merujuk pada simulasi dan analisis terhadap 14 model iklim NASA NEX-GDDP. Ia menilai kondisi itu menuntut kewaspadaan jangka panjang dari berbagai pihak.
Dalam webinar yang sama, Mark Merrifield dari Scripps Institution of Oceanography menyebut anomali suhu permukaan laut di Pasifik Khatulistiwa telah menunjukkan sinyal kuat menuju fase Super El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Ia mengatakan peluang fenomena tersebut menjadi peristiwa bersejarah pada Oktober-Desember 2026 mencapai 75 persen, dengan kekuatan yang melampaui rekor El Nino sejak 1950-an.
Merrifield juga memaparkan dampak El Nino di kawasan pesisir. Pantai California, misalnya, menghadapi peningkatan gelombang, permukaan laut yang tinggi, pasang surut ekstrem, serta hujan lebat yang dapat memicu risiko banjir pesisir.