bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 01:56 WIB

Konflik Timur Tengah Ancaman Perlambatan Ekspor Nasional, Logistik Jadi Biang Kerok Utama

Redaksi 28 Maret 2026 21 views
Konflik Timur Tengah Ancaman Perlambatan Ekspor Nasional, Logistik Jadi Biang Kerok Utama
Ilustrasi: Konflik Timur Tengah Ancaman Perlambatan Ekspor Nasional, Logistik Jadi Biang Kerok Utama

bytedaily - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengindikasikan potensi perlambatan pertumbuhan ekspor Indonesia jika konflik di Timur Tengah terus berkepanjangan.

Menurut Budi, dampak konflik tersebut belum terlalu signifikan terhadap permintaan ekspor. Namun, ia menyoroti bahwa aspek logistik menjadi tantangan serius. Kenaikan harga minyak dunia dan penutupan sejumlah jalur pelayaran utama memaksa perpanjangan dan peningkatan biaya distribusi barang.

Ekspor Indonesia ke kawasan Timur Tengah pada tahun lalu mencapai US$9,87 miliar, atau sekitar 3,49 persen dari total ekspor nasional. Kontribusi terbesar berasal dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Iran. Meskipun permintaan dari kawasan tersebut masih ada, biaya transportasi yang lebih tinggi membebani pelaku usaha.

Untuk mengantisipasi perlambatan ini, pemerintah tengah menjajaki peluang pertumbuhan ekspor melalui kenaikan harga komoditas seperti CPO dan batu bara. Selain itu, diversifikasi pasar tujuan ekspor ke Amerika Latin, Asia Tenggara, dan negara-negara RCEP terus didorong sebagai alternatif strategis di tengah pergeseran peta perdagangan global akibat ketegangan geopolitik.

Upaya lain yang dijalankan adalah peningkatan efisiensi logistik domestik untuk menekan biaya distribusi dan memperkuat daya saing produk ekspor Indonesia. Mendag menyatakan koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan asosiasi logistik terus dilakukan guna meminimalisir hambatan ekspor.

Pemerintah masih memantau perkembangan data terbaru, namun mengakui adanya kemungkinan perlambatan ekspor tahun ini jika konflik di Timur Tengah tidak segera mereda.