bytedaily - Diwartakan dari jalopnik.com, pada tahun 1995, Chrysler pernah menciptakan sebuah mobil konsep yang diberi nama Chrysler Atlantic. Mobil ini dirancang sebagai penghormatan terhadap mobil grand touring eksotis dari era 1930-an, seperti Talbot Lago Type 150-C-S dan Bugatti Type 57 SC Atlantic. Menariknya, Chrysler Atlantic dibekali mesin delapan silinder segaris (straight-eight), namun mesin tersebut merupakan hasil rakitan dari dua unit mesin empat silinder milik Dodge Neon.
Meskipun penggunaan mesin Dodge Neon untuk menghormati mobil legendaris Bugatti mungkin dianggap kurang pantas, desain Chrysler Atlantic sendiri sangatlah menawan. Mobil konsep ini berhasil menangkap esensi mobil-mobil mewah era 1930-an dengan kap mesin yang sangat panjang, dek belakang yang pendek, dan lekukan bodi yang dramatis. Desain ujung depan berbentuk trisula memberikan sentuhan unik pada keseluruhan bodi yang membulat. Jika dilihat dari atas, bagian depan mobil ini juga memiliki kemiripan dengan Plymouth Prowler yang dirilis dua tahun setelah Atlantic debut.
Inspirasi desain jelas terlihat dari Bugatti, terutama pada bentuk keseluruhan dan jendela samping yang hampir melingkar. Namun, jendela belakang yang terbelah justru mengingatkan pada generasi kedua Chevrolet Corvette. Meskipun demikian, perbandingan dengan mobil yang dianggap abadi tersebut bukanlah sebuah penghinaan.
Interior Chrysler Atlantic terbilang sederhana, meskipun skema warna dua warna burgundi dan krem cukup menarik perhatian. Desain interiornya mencerminkan tren tahun 90-an yang banyak menggunakan bentuk oval. Mobil konsep ini dirancang untuk membangkitkan nuansa mobil klasik, namun penambahan aksen kayu yang lebih banyak mungkin akan lebih memperkuat kesan tersebut. Interiornya memang nyaman sesuai standar 90-an, tetapi terasa kurang istimewa dibandingkan dengan eksteriornya yang mencolok. Kemungkinan, Chrysler menganggap interior mewah tidak terlalu penting mengingat mobil ini hanya sebatas konsep dan tidak ditujukan untuk produksi massal.
Terdapat rumor bahwa Chrysler sempat mempertimbangkan untuk memasang mesin V10 Dodge Viper pada Atlantic, yang tentu akan menjadi pilihan yang sangat menarik. Meskipun mesin V10 yang bertenaga besar tidak sepenuhnya sejalan dengan nuansa retro Atlantic, hal tersebut tetap akan menjadi sebuah kejutan. Alih-alih mesin supercar, Chrysler memilih untuk menggabungkan dua mesin empat silinder Dodge Neon, menyerupai konfigurasi mesin delapan silinder segaris yang umum pada mobil era 1930-an. Namun, mesin Neon yang lebih cocok untuk mobil ekonomis ini terasa kurang pas untuk sebuah coupe mewah.
Berbeda dengan kebanyakan mobil konsep, Chrysler Atlantic sebenarnya dapat berjalan. Meskipun strukturnya tidak dirancang untuk kecepatan tinggi, mobil ini mampu bergerak berkat perakitan mesin yang unik tersebut.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.