bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:55 WIB

Kontribusi Waskita Karya dalam Pembangunan Fasilitas Ibadah Umat Muslim Menjelang Idulfitri

Redaksi 20 Maret 2026 11 views
Kontribusi Waskita Karya dalam Pembangunan Fasilitas Ibadah Umat Muslim Menjelang Idulfitri
Ilustrasi: Kontribusi Waskita Karya dalam Pembangunan Fasilitas Ibadah Umat Muslim Menjelang Idulfitri

bytedaily - Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melaporkan kesiapan lima masjid besar yang telah mereka bangun dan renovasi untuk digunakan oleh masyarakat. Kelima masjid tersebut adalah Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Baiturrahman di Aceh, Masjid Sheikh Zayed di Solo, Masjid Baiturrahman di Semarang, dan Masjid Al-Akbar Surabaya.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa proyek-proyek pembangunan masjid ini merupakan bentuk kontribusi perseroan dalam menyediakan fasilitas ibadah yang memadai bagi umat Muslim. Dengan pengalaman konstruksi lebih dari 65 tahun, Waskita Karya berupaya memastikan jemaah dapat beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Dalam setiap proyek, Waskita Karya tidak hanya fokus pada kualitas bangunan, tetapi juga memperhatikan nilai sejarah dan latar belakang pendirian masjid. Pendekatan ini bertujuan untuk mempertahankan keaslian bangunan sambil melakukan penyesuaian yang diperlukan. Contohnya, renovasi Masjid Baiturrahman Aceh yang merupakan salah satu masjid tertua, dirancang menyerupai Masjid Nabawi dengan penambahan 12 payung raksasa dan pohon kurma.

Masjid Raya Baiturrahman Semarang, yang awalnya diresmikan pada tahun 1974, direnovasi dengan mempertahankan gaya arsitektur tradisional Jawa namun diperkaya dengan elemen modern dan kolam air untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk. Penerapan Building Automation System (BAS) yang mengintegrasikan sistem tata udara, pencahayaan khusus, dan kontrol mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP) memungkinkan penyelesaian renovasi hanya dalam 11 bulan.

Masjid Sheikh Zayed Solo, yang dibangun pada tahun 2021, merupakan simbol persahabatan Indonesia-UEA dan dirancang menyerupai Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi dengan sentuhan lokal seperti motif batik kawung pada lantai dan pilar. Inovasi bangunan hijau (green building) serta fasilitas berteknologi modern turut diterapkan di masjid berkapasitas 15.000 jemaah ini.

Terakhir, renovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada tahun 2022 tidak hanya beautifikasi eksterior, tetapi juga peningkatan keandalan struktur dan kenyamanan fasilitas bagi jemaah yang diperkirakan mencapai 36.000 hingga 45.000 orang. Masjid ini dikenal sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern.