bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 02:10 WIB

Kontroversi Tiket Piala Dunia 2026: Harga Janggal, Ketersediaan Melimpah, dan Investigasi Atas FIFA

Redaksi 05 Juni 2026 4 views
Kontroversi Tiket Piala Dunia 2026: Harga Janggal, Ketersediaan Melimpah, dan Investigasi Atas FIFA
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab mengenai ketersediaan dan harga tiket pertandingan. Meskipun FIFA menjanjikan bahwa seluruh pertandingan akan terjual habis, BBC Sport menemukan bahwa masih ada ribuan tiket yang tersedia di berbagai platform, termasuk situs penjualan kembali FIFA dan pasar sekunder. Bahkan, tiket untuk pertandingan tim-tim 'kecil' dijual di bawah harga nominal.

FIFA sendiri menghadapi tuduhan membuang stok tiket yang tidak laku di platform seperti SeatGeek. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai klaim 'terjual habis' dan kekhawatiran akan terulangnya situasi seperti Piala Dunia Antarklub tahun lalu, di mana tiket dijual dengan harga miring untuk mengisi stadion.

Proses pembelian tiket Piala Dunia 2026 dinilai penuh ketidakpastian. Jaksa Agung New York dan New Jersey bahkan telah meluncurkan investigasi resmi terhadap praktik tiket FIFA, menuduh adanya 'inflasi harga secara artifisial' dan 'menyesatkan penggemar'. Subpoena yang dikeluarkan menyebutkan bahwa beberapa penggemar yang berhasil membeli tiket dalam kategori harga tertentu justru menerima tiket dengan nilai lebih rendah dan lokasi yang lebih jauh dari lapangan.

Struktur harga tiket tidak pernah dipublikasikan secara jelas. Harga baru diketahui saat penggemar diminta untuk melakukan pembayaran. FIFA menerapkan sistem penetapan harga variabel, bukan dinamis, yang berarti harga dapat berubah di setiap titik penjualan berdasarkan permintaan sebelumnya. FIFA juga dilaporkan mengubah peta stadion dan menambahkan kategori tiket yang lebih mahal, yang tidak disadari oleh para pendukung. Kategori ini biasanya berada di barisan terdepan dan harganya sekitar 50% lebih tinggi dari kursi di belakangnya.

Para jaksa agung mengklaim bahwa tindakan ini merupakan upaya yang disengaja untuk menahan informasi dan membuat penggemar menebak-nebak cara membeli tiket. Meskipun Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan pada Februari lalu bahwa 'setiap pertandingan sudah terjual habis', kenyataannya tampak berbeda.

Pertandingan yang melibatkan tim-tim besar seperti Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, dan Spanyol, serta tim tuan rumah, diperkirakan akan mudah terjual. Namun, FIFA menetapkan harga yang sangat tinggi untuk pertandingan tim tuan rumah, sehingga hanya dua dari sembilan pertandingan yang melibatkan Kanada, Meksiko, atau Amerika Serikat yang secara resmi terjual habis. Bahkan, pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan masih menyisakan lebih dari 500 kursi di situs resmi FIFA, dengan harga mencapai $2.273 per tiket.

Masalah utama FIFA terletak pada pertandingan antara negara-negara yang tidak memiliki daya tarik luas, seperti Bosnia-Herzegovina vs Qatar, Cape Verde vs Arab Saudi, dan Kongo DR vs Uzbekistan. Data dari TicketData, sebuah situs independen yang melacak acara olahraga besar di Amerika Serikat, menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan untuk tiket-tiket ini di pasar sekunder.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.