bytedaily - Harga Bitcoin mengalami penurunan ke kisaran 70.000 dolar AS pasca rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang memperkuat indikasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Investor menilai prospek suku bunga yang tetap tinggi membatasi aliran modal ke aset berisiko.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mengalami penguatan mendekati 76.000 dolar AS pada 17 Maret 2026, didukung oleh masuknya dana institusional ke produk spot Bitcoin ETF. Namun, koreksi signifikan terjadi setelah investor melakukan penyesuaian posisi menyusul hasil rapat FOMC.
Menurut Vice President Indodax Antony Kusuma, pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter global. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan dan revisi kenaikan proyeksi inflasi menunjukkan sikap kebijakan yang masih cenderung hawkish. Hal ini mengindikasikan bahwa inflasi belum turun secepat yang diharapkan, sehingga membatasi likuiditas yang mengalir ke aset kripto.
The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen, sekaligus menaikkan proyeksi inflasi tahun 2026 menjadi sekitar 2,7 persen. Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi.
Dari sisi teknikal, level 70.000 hingga 72.000 dolar AS menjadi area support krusial bagi investor. Jika level ini mampu bertahan, Bitcoin berpotensi stabil dalam jangka pendek, didukung oleh aliran dana institusional. Namun, potensi penurunan lebih lanjut akan terbuka jika level tersebut ditembus.
Antony menambahkan bahwa sentimen pasar saat ini lebih didominasi oleh faktor makroekonomi. Ia menyarankan agar investor memanfaatkan fase koreksi dan konsolidasi ini untuk menata ulang strategi investasi secara bijak, dengan fokus pada manajemen risiko yang tepat dan pandangan jangka panjang.
Indodax menegaskan komitmennya untuk menyediakan ekosistem perdagangan kripto yang aman dan transparan, serta terus mendorong edukasi dan literasi pasar, termasuk pengenalan strategi investasi seperti Dollar Cost Averaging untuk menghadapi volatilitas pasar.