bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Kreator Konten Klaim Temukan Data Pribadi Meutya Hafid Dijual di Telegram

Redaksi 02 Oktober 2026 12 views
Kreator Konten Klaim Temukan Data Pribadi Meutya Hafid Dijual di Telegram
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, seorang kreator konten di Instagram mengklaim menemukan data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang diduga bocor dan diperjualbelikan. Ia menyebut data tersebut mencakup foto KTP, informasi keluarga, serta sejumlah kata sandi. Namun, kreator itu tidak menyebutkan secara spesifik platform yang memuat data tersebut.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @realmrbert pada Jumat (2/10), kreator yang dikenal sebagai Mister Bert mengatakan data keluarga yang ditampilkan telah ditutupi untuk menjaga privasi. Ia juga mengklaim data pribadi Meutya ditawarkan dengan harga Rp2.000, sedangkan data milik orang lain dijual seharga Rp10.000.

Mister Bert menyebut pembeli dapat memperoleh informasi seperti foto wajah dan lokasi. Menurut dia, data tersebut dapat dibeli melalui Telegram tanpa perlu meretas perangkat atau akun korban.

Ia juga mengaku beberapa kali mendatangi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melaporkan dugaan kebocoran data dan menunjukkan celah keamanan. Ia mengatakan langkah tersebut dimaksudkan agar persoalan keamanan data mendapat perhatian dan ditangani.

Mister Bert meminta pemerintah memperkuat perlindungan data pribadi serta menindak perdagangan dan penyalahgunaan data. Ia juga mengingatkan agar laporan mengenai kebocoran data tidak diabaikan.

CNNIndonesia.com meminta tanggapan Komdigi mengenai dugaan tersebut. Komdigi kemudian menyampaikan pernyataan resmi melalui Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar. Laporan sumber yang tersedia tidak memuat kelanjutan isi pernyataan itu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.