bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Krisis Memori Dongkrak Harga Ponsel, Konsumen Tunda Ganti Perangkat

Redaksi 16 Oktober 2026 2 views
Krisis Memori Dongkrak Harga Ponsel, Konsumen Tunda Ganti Perangkat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, survei Counterpoint Research menyebut krisis memori pada kuartal III 2026 mendorong kenaikan harga ponsel dan memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli perangkat baru.

Analis Senior Counterpoint Research Shilpi Jain mengatakan kelangkaan memori membuat pasar smartphone lebih selektif. Konsumen cenderung menggunakan ponsel lebih lama, mempertimbangkan perangkat refurbished, serta mencari produk dengan nilai lebih tinggi.

Di sisi lain, produsen menyesuaikan portofolio, harga, dan strategi pasar untuk menjaga profitabilitas. Permintaan perangkat premium masih relatif kuat, sedangkan segmen menengah ke bawah semakin tertekan. Kondisi tersebut memperlebar perbedaan antara konsumen premium dan konsumen yang sensitif terhadap harga.

Counterpoint mencatat pengiriman smartphone global turun 20 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka itu menjadi yang terendah dalam 14 tahun. Kelangkaan memori turut mendorong kenaikan harga DRAM dan NAND, meningkatkan biaya komponen, serta mengurangi pasokan.

Produsen meneruskan kenaikan biaya komponen kepada konsumen. Dampaknya, harga ritel smartphone naik 20 persen dan harga jual rata-rata pasar juga meningkat sepanjang 2026. Menurut Counterpoint, kenaikan ini membuat sejumlah model murah keluar dari rentang harga yang banyak diminati, sementara keterbatasan stok mendorong produsen membatasi pengiriman.

Counterpoint menilai prospek industri ponsel untuk sisa 2026 masih menantang karena biaya komponen tinggi dan daya beli konsumen melemah. Produsen semakin mengutamakan profitabilitas daripada jumlah pengiriman. Pemangkasan produksi, penyederhanaan lini produk, dan fokus lebih besar pada perangkat premium diperkirakan berlanjut, sementara segmen sensitif harga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga dan terbatasnya komponen.

Dalam daftar lima merek smartphone teratas di pasar global pada kuartal III 2026, Samsung menempati posisi pertama dengan pangsa pasar 23 persen. Counterpoint mengaitkan pencapaian itu dengan kuatnya permintaan terhadap Galaxy Z Fold 8 serta pasokan komponen yang stabil untuk mendukung penjualan seri Galaxy A di segmen menengah pasar negara berkembang. Meski demikian, pengiriman perangkat Samsung turun 3 persen.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.