bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Lebih dari 80 Media Bergabung dalam Inisiatif Pengaturan Konten AI

Redaksi 15 Oktober 2026 1 views
Lebih dari 80 Media Bergabung dalam Inisiatif Pengaturan Konten AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, puluhan penerbit dan organisasi media dari berbagai negara bergabung dengan Standards for Publisher Usage Rights (SPUR). Inisiatif ini bertujuan mencegah perusahaan kecerdasan buatan (AI) memakai atau memperoleh keuntungan dari konten media tanpa izin.

SPUR diluncurkan pada Februari oleh BBC, Financial Times, Guardian Media Group, Mediahuis, Sky News, Telegraph Media Group, Associated Press, dan CMA Media. Jumlah anggotanya kini melampaui 80 organisasi dari lebih dari 20 negara. Sebanyak 40 anggota baru bergabung pada Selasa (13/10), termasuk The New York Times, Agence France Presse, The Economist, dan The Atlantic.

Sejumlah organisasi media di Amerika Latin juga bergabung, di antaranya Associação Nacional de Jornais dari Brasil, Alianza de Medios dari Meksiko, serta Asociación de Entidades Periodísticas Argentinas dari Argentina. Salah satu pendiri sekaligus juru bicara SPUR, David Buttle, mengatakan media perlu bekerja sama untuk melindungi jurnalisme dan masa depannya. Ia menilai penerbit belum memiliki mekanisme untuk memastikan kompensasi yang adil atas konten yang digunakan sebagai dasar pengembangan AI.

SPUR berupaya membentuk pasar yang adil serta mengatur penggunaan konten dalam sistem AI. Organisasi ini tengah mengembangkan standar dan sistem teknis agar penerbit dapat melacak serta mengendalikan pemakaian konten oleh perusahaan AI, sekaligus mendukung perjanjian lisensi.

Menurut Reuters, penerbit dan media juga menempuh jalur hukum untuk mencegah penggunaan konten tanpa izin dalam pelatihan model bahasa besar. Pada awal bulan ini, USA Today bersama sejumlah surat kabar menggugat OpenAI atas dugaan pelanggaran hak cipta. OpenAI dan Microsoft juga menghadapi klaim serupa dari penulis serta organisasi berita, termasuk The New York Times. Rebecca Grossman-Cohen, kepala kemitraan strategis sekaligus kepala staf The New York Times, menyatakan perlindungan kekayaan intelektual dan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan.

Media daring turut menghadapi penurunan trafik karena peramban kini dapat menampilkan jawaban buatan AI, sehingga pengguna bisa memperoleh informasi tanpa mengeklik tautan ke situs berita. Data Chartbeat yang dikutip Reuters Institute menunjukkan pencarian organik Google turun 33 persen secara global antara November 2024 dan November 2025, berdasarkan pemantauan terhadap lebih dari 2.500 situs web.

SPUR menyebut telah mengembangkan Content Telemetry Standard untuk menyeragamkan cara agen AI mencatat dan melaporkan penggunaan konten media. Standar tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pemberian kompensasi kepada kreator atas karya mereka.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.