bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Grab menyediakan serangkaian fitur keselamatan yang dirancang untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi mulai dari tahap pra‑perjalanan hingga sesudahnya.
Fitur pertama, Driver Selfie Verification, mewajibkan mitra pengemudi mengunggah foto selfie secara berkala yang kemudian dicocokkan dengan data identitas yang terdaftar di sistem. Jika hasil verifikasi tidak cocok, akun pengemudi dapat dibatasi sehingga tidak menerima pesanan.
Fitur kedua, Trip Monitoring, bekerja otomatis untuk memantau rute perjalanan. Sistem dapat mendeteksi kondisi tertentu yang kemudian memicu pengecekan oleh tim dukungan Grab bila diperlukan.
Fitur ketiga, Share My Ride, memungkinkan pengguna membagikan detail perjalanan—seperti lokasi, rute, dan estimasi waktu tiba—kepada kontak terpilih. Dengan begitu, keluarga atau teman dapat memantau perjalanan secara real‑time.
Fitur keempat, Emergency SOS, berupa tombol darurat yang dapat diaktifkan pada layar perjalanan. Setelah ditekan, aplikasi menghubungkan pengguna dengan layanan darurat nasional (110) atau tim keselamatan Grab, sekaligus mengirimkan data perjalanan yang relevan.
Fitur kelima, Number Masking, menyamarkan nomor telepon asli penumpang dan pengemudi selama komunikasi dalam aplikasi, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan nomor setelah perjalanan selesai.
Selain itu, Grab menawarkan AudioProtect yang merekam audio selama perjalanan dengan persetujuan pengguna. Rekaman disimpan selama lima hari dan dapat dijadikan bukti apabila terjadi laporan keselamatan.