bytedaily - Perum Bulog tengah mengkaji potensi ekspor beras ke Malaysia yang dikabarkan meminta pasokan hingga 200 ribu ton. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa permintaan signifikan ini membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar internasional.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, salah satu direktur Bulog telah ditugaskan untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak berwenang di Malaysia. Rizal menekankan bahwa volume 200 ribu ton merupakan angka yang substansial, mengindikasikan adanya pasar ekspor yang menjanjikan bagi produk beras Indonesia. Saat ini, Bulog masih dalam tahap penjajakan untuk memastikan kesiapan pasokan domestik dan merumuskan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Sementara itu, di dalam negeri, Bulog melaporkan penyerapan gabah petani hingga 13 April 2026 telah mencapai 1,9 juta ton atau sekitar 48,7 persen dari target 4 juta ton setara beras tahun ini. Stok beras Bulog saat ini tercatat 4,727 juta ton, dengan proyeksi akan menembus 5 juta ton dalam satu hingga dua minggu ke depan seiring optimalisasi penyerapan gabah.