bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Manta Impact Bond Dirancang untuk Dukung Konservasi Pari Manta di Raja Ampat

Redaksi 27 September 2026 11 views
Manta Impact Bond Dirancang untuk Dukung Konservasi Pari Manta di Raja Ampat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Indonesia tengah mengembangkan Manta Impact Bond, skema pembiayaan berbasis hasil untuk mendukung konservasi pari manta. Instrumen ini dirancang sebagai skema pertama di dunia yang secara khusus ditujukan bagi pelestarian spesies tersebut.

Inisiatif itu digagas Konservasi Indonesia (KI) bersama Conservation International (CI). Raja Ampat, Papua Barat Daya, menjadi salah satu lokasi prioritas program.

Raja Ampat merupakan habitat bagi pari manta karang (Mobula alfredi) dan pari manta oseanik (Mobula birostris). Kedua spesies memiliki pertumbuhan dan reproduksi yang relatif lambat sehingga populasinya rentan terhadap tekanan yang mengancam kelangsungan hidup.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan bahwa pari manta bernilai bagi ekosistem laut, pendidikan, penelitian, pariwisata, dan perekonomian masyarakat pesisir. Ia menilai spesies ini perlu dijaga bersama karena juga berpotensi mendukung pariwisata berkelanjutan dan memberi manfaat bagi warga setempat.

Raja Ampat tercatat memiliki populasi pari manta karang terbesar kedua di dunia. Populasi pari manta di kawasan itu saat ini menunjukkan peningkatan, tetapi perlindungan dan pengelolaan yang konsisten tetap diperlukan.

Keberadaan pari manta juga memberi manfaat ekonomi melalui pariwisata bahari. Seekor pari manta diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga US$1 juta selama hidupnya, melalui kegiatan wisata, retribusi kawasan, dan perputaran ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah telah memberikan perlindungan penuh terhadap pari manta sejak 2014. Namun, dukungan pembiayaan berkelanjutan dinilai diperlukan agar pengawasan dan konservasi dapat berlangsung konsisten.

Dalam lokakarya bersama pemangku kepentingan di tingkat tapak, sejumlah persoalan konservasi di Raja Ampat menjadi perhatian. Masalah tersebut meliputi penangkapan ilegal, kegiatan wisata yang tidak bertanggung jawab, alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pencemaran sampah dan limbah, sedimentasi habitat, serta risiko tertabrak kapal dan speedboat.

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia Iqbal Herwata mengatakan persoalan tersebut menjadi dasar penyusunan strategi konservasi jangka panjang. Tahapan yang sedang dilakukan mencakup penilaian kondisi awal, penyusunan strategi konservasi untuk 20 tahun mendatang, kajian kelayakan, dan perancangan struktur Manta Impact Bond. Strategi tersebut diharapkan memungkinkan upaya perlindungan dipantau dan disesuaikan dengan perubahan di lapangan.

Sustainable Finance Manager Konservasi Indonesia Ruth Aprilia menyebut Manta Impact Bond masih dalam tahap perancangan. Besaran modal awal dan sumber pendanaan masih dikaji melalui kajian tapak serta konsultasi dengan pemangku kepentingan di dua lokasi prioritas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.