bytedaily - Pembalap Ducati, Marc Marquez, berpeluang besar untuk mengembalikan performa terbaiknya di seri MotoGP Amerika 2026 yang akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), menyusul hasil kurang memuaskan dalam dua balapan awal musim ini.
Seri MotoGP Amerika dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Maret. Sirkuit COTA memiliki catatan sejarah yang sangat identik dengan kesuksesan Marc Marquez, yang kerap dijuluki sebagai 'raja' di lintasan ini. Sejak pertama kali turun di MotoGP pada tahun 2013, Marquez telah mengoleksi tujuh kemenangan gemilang di COTA, menjadikannya pembalap tersukses di sirkuit legendaris tersebut. Kemenangan-kemenangan tersebut diraihnya secara beruntun dari tahun 2013 hingga 2018, serta satu kemenangan lagi pada tahun 2021. Alex Rins tercatat sebagai pembalap kedua dengan kemenangan terbanyak di COTA, yaitu dua kali.
Karakteristik COTA yang menantang dengan 20 tikungan, di mana 11 di antaranya adalah tikungan ke kiri, ternyata sangat cocok dengan gaya balap Marc Marquez, menjadikannya salah satu sirkuit favoritnya. Rekor impresif di lintasan ini memberikan optimisme bagi Marquez untuk bangkit setelah gagal meraih podium dalam dua seri pembuka. Sebelumnya, ia harus menerima kenyataan gagal finis di MotoGP Thailand akibat masalah ban belakang, diikuti dengan posisi keempat di MotoGP Brasil.
Rentetan hasil minor Marquez ini memang menjadi sorotan, terutama bagi tim Ducati yang juga tengah menghadapi tantangan mempertahankan dominasi mereka. Situasi ini semakin menarik mengingat performa impresif Aprilia yang dikendarai oleh Marco Bezzecchi, yang berhasil tampil kuat di Buriram dan Sirkuit Ayrton Senna. Oleh karena itu, MotoGP Amerika 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Marquez untuk bangkit, tetapi juga menjadi tantangan krusial untuk menghentikan dominasi Bezzecchi dan Aprilia.