bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:31 WIB

Mengenal Teknologi Turbulent Jet Ignition (TJI) yang Hadir di Mesin Jeep Hurricane 4

Redaksi 26 April 2026 12 views
Mengenal Teknologi Turbulent Jet Ignition (TJI) yang Hadir di Mesin Jeep Hurricane 4
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Jeep Grand Cherokee tahun ini menawarkan opsi mesin baru, yaitu Hurricane 4 berkapasitas 2.0 liter, sebagai alternatif dari mesin Pentastar V6. Mesin empat silinder ini mampu menghasilkan tenaga 324 hp meskipun memiliki kapasitas yang relatif kecil, dan dilengkapi dengan teknologi Turbulent Jet Ignition (TJI) yang jarang ditemukan pada kendaraan konsumen pada umumnya. Teknologi serupa juga digunakan oleh merek Stellantis lainnya, Maserati, pada mesin Nettuno V6 3.0 liter.

TJI mengelola proses pembakaran secara berbeda dibandingkan mesin konvensional dan busi biasa. Teknologi ini tidak menggantikan busi, bahkan desain Jeep menggunakan dua busi per silinder. Namun, TJI memanfaatkan percikan api busi secara lebih efisien berkat penambahan perangkat keras tambahan yang menyebarkan penyalaan dan mempercepat proses pembakaran. Hal ini diklaim mampu mengurangi risiko ketukan mesin (knocking), meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menurunkan emisi secara bersamaan.

Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. Mesin mobil Formula 1 telah menggunakan TJI sejak pertengahan tahun 2010-an, mengingat para pebalap profesional dituntut untuk memaksimalkan setiap potensi efisiensi dan tenaga dari mesin. Konsep ini bahkan telah diujicobakan sejak tahun 1950-an dan pernah digunakan pada mesin Ricardo Dolphin di awal abad ke-20. Namun, selain penerapannya pada beberapa merek di bawah naungan Stellantis, TJI belum diadopsi secara luas oleh kendaraan konsumen konvensional.

Perbedaan TJI dengan busi konvensional dapat dianalogikan seperti menyalakan api unggun. Busi konvensional bekerja seperti menyalakan satu korek api di tengah tumpukan kayu bakar, yang kemudian menyebarkan api ke seluruh ruang bakar. Sementara itu, TJI bekerja seperti menggunakan beberapa obor yang diarahkan ke kayu bakar secara bersamaan, sehingga api menyala lebih cepat. Pada TJI, terdapat ruang pra-pembakaran (pre-ignition chamber) antara busi dan ruang silinder utama. Ruang ini menampung sekitar 3% dari total gas di dalam silinder, dan terkadang menerima tambahan injeksi bahan bakar. Percikan api busi menyalakan gas di ruang kecil ini, kemudian jet gas panas dan api dikeluarkan melalui beberapa lubang ke dalam silinder, mendorong hingga ke piston.

Karena jet gas panas dan api ini bergerak dan menyala ke berbagai arah di dalam silinder, TJI mampu menyalakan seluruh gas dalam area yang luas dengan lebih cepat dan merata dibandingkan busi konvensional. Perbedaan utamanya terletak pada penambahan ruang pra-pembakaran antara busi dan area piston.

Salah satu keunggulan utama TJI adalah ketahanannya yang lebih baik terhadap knocking karena proses penyalaan gas yang jauh lebih cepat. Hal ini memungkinkan rasio kompresi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya menghasilkan tenaga lebih besar. Peningkatan rasio kompresi juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi bahan bakar. Sebagai contoh, mesin Hurricane 4 milik Jeep dapat mencapai rasio kompresi 12:1 berkat TJI, yang berkontribusi pada peningkatan tenaga sebesar 20% dan penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 10% dibandingkan mesin 2.0 liter DOHC inline-4 yang digantikannya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.