bytedaily - Iran baru-baru ini mengerahkan rudal balistik jarak menengah (MRBM) Sejjil dalam sebuah operasi militer, menandai penggunaan keduanya dalam pertempuran. Rudal yang dikembangkan secara domestik ini merupakan senjata andalan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan membedakan diri dengan teknologi bahan bakar padatnya.
Berbeda dengan rudal berbahan bakar cair, Sejjil yang mengandalkan propelan padat menawarkan keunggulan signifikan dalam kesiapan operasional. Penggunaan bahan bakar padat menghilangkan kebutuhan akan proses pengisian yang rumit sebelum peluncuran, sehingga memungkinkan pengerahan yang lebih cepat dan menyulitkan deteksi oleh lawan. Spekulasi mengenai pengembangan varian Sejjil 3 mengindikasikan potensi peningkatan jangkauan hingga 4.000 kilometer, yang akan memperluas kemampuan strategis Iran di kawasan.
Secara teknis, Sejjil tercatat memiliki panjang 18 meter dengan diameter 1,25 meter dan bobot peluncuran mencapai 23.600 kilogram. Kemampuannya membawa muatan 700 kilogram untuk jarak hingga 2.000 kilometer, dengan perkiraan jangkauan aktual antara 2.000 hingga 2.500 kilometer, menjadikannya ancaman serius bagi target di Timur Tengah, termasuk Israel dan pangkalan Amerika Serikat. Keunggulan aerodinamisnya terlihat dari kecepatan jelajah Mach 12-14 saat memasuki atmosfer dan Mach 5 saat menghantam target.
Sejarah pengembangan Sejjil dimulai dengan uji coba penerbangan pertama pada tahun 2008, diikuti oleh serangkaian uji coba yang fokus pada peningkatan sistem panduan dan navigasi, serta pengujian jarak tempuh yang terus bertambah. Laporan yang belum terkonfirmasi mengindikasikan bahwa varian Sejjil 3 mungkin sedang dikembangkan, memproyeksikan kemampuan yang lebih superior dengan peluncur tiga tahap dan bobot yang lebih besar.