bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Menhub Ungkap Rute Potensial KA Nusantara Explorer untuk Layanan Wisata

Redaksi 07 Agustus 2026 9 views
Menhub Ungkap Rute Potensial KA Nusantara Explorer untuk Layanan Wisata
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan sejumlah rute yang direncanakan akan dilayani oleh Kereta Api (KA) Nusantara Explorer. Kereta ini dirancang khusus untuk keperluan wisata dan memiliki fleksibilitas operasional sesuai permintaan.

Menurut Budi Karya, studi awal telah dilakukan untuk menentukan rute yang akan dilintasi, meliputi wilayah Yogyakarta dan Semarang. Selain itu, pemerintah juga menjajaki kemungkinan penambahan rute hingga ke Surabaya dan Banyuwangi.

"Ini kan karena wisata, kalau request-nya memang jarak jauh, kemarin ada kemungkinan dari Jakarta sampai ke Banyuwangi, karena mereka akan rute ke selatan untuk melihat pemandangan, kalau permintaanya sampai ke Banyuwangi, ya dilayani sampai Banyuwangi," ujar Budi Karya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Meskipun demikian, Budi Karya menekankan bahwa operasional kereta ini masih dalam tahap penyempurnaan, dan aspek teknis pelaksanaannya akan diatur oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

"Sementara, itu kan untuk wisata. Jadi on request, tapi nanti teknisnya (PT) KAI yang akan mengaturnya. Tapi ini lebih kepada kereta untuk wisata," terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mencoba langsung operasional KA Nusantara Explorer. Penyempurnaan operasional kereta ini akan didasarkan pada masukan dari Presiden.

"Kemarin presiden sudah mencoba penggunaan perdananya. Nanti kita sempurnakan berdasarkan apa yang menjadi masukan dari presiden. Kemudian kita akan siapkan untuk wisata khususnya," ungkap Budi Karya.

Presiden Prabowo sebelumnya telah menggunakan KA tersebut dalam agenda perjalanan kenegaraan pada Kamis (30/7).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa momentum tersebut menandai hadirnya konsep perjalanan yang mengintegrasikan kenyamanan, pelayanan, kekayaan budaya, kuliner, dan panorama Indonesia dalam satu rangkaian kereta api.

Bobby menambahkan bahwa Nusantara Explorer merupakan tindak lanjut dari gagasan dan arahan Presiden untuk menciptakan layanan kereta wisata yang mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

"Nusantara Explorer lahir dari gagasan dan perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto agar KAI menghadirkan kereta wisata yang memberikan pengalaman perjalanan berkelas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Perintah tersebut kami tindak lanjuti melalui kemampuan dan kreativitas insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng," ujar Bobby dalam keterangan resmi tertulis, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengembangan dan modifikasi KA Nusantara Explorer dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Rangkaian ini dirancang terdiri atas 12 kereta, mencakup kereta kabin tidur, Grand Restaurant, lounge, serta kereta pendukung operasional.

"Kereta api memiliki potensi besar untuk memperkuat pariwisata nasional. Nusantara Explorer kami kembangkan agar perjalanan menjadi bagian dari pengalaman wisata, mulai dari kenyamanan, pelayanan, kuliner, hingga kekayaan budaya yang hadir di setiap ruang kereta," katanya.

KAI akan melanjutkan proses penyempurnaan KA ini sesuai tahapan pengembangan. Informasi lebih lanjut mengenai rute, jadwal, tarif, komposisi akhir rangkaian, dan waktu pengoperasian komersial akan disampaikan setelah seluruh persiapan operasional, pelayanan, serta aspek keselamatan dan keandalan sarana selesai.

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan perintah Bapak Presiden kepada KAI. Nusantara Explorer menjadi salah satu langkah untuk memperkuat layanan perkeretaapian sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Indonesia dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan," tutup Bobby.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.