bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks di Tengah Aktivitas Meningkat Gunung Anak Krakatau

Redaksi 06 September 2026 5 views
Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks di Tengah Aktivitas Meningkat Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Meutya menekankan pentingnya menjaga ketenangan sambil tetap meningkatkan kewaspadaan dan memprioritaskan informasi dari sumber yang resmi dan terpercaya.

Menurut keterangan yang disampaikan pada Minggu (6/9), Meutya menuturkan, "Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya."

Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam dan saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Abu vulkanik dilaporkan telah terdeteksi menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu. Aktivitas ini juga berdampak pada sektor penerbangan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi tsunami, serta dentuman dan getaran yang dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Meutya mendorong masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas GAK dan sebaran abu vulkanik melalui kanal resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. "Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak meneruskan informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan. "Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Meutya.

Lebih lanjut, Meutya memberikan sejumlah saran bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Disarankan untuk menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah, menggunakan kacamata pelindung, dan menghindari penggunaan lensa kontak. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi kecuali mendesak. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalanan licin.

Masyarakat juga diimbau untuk mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan serta melindungi sumber air bersih dari paparan abu. Terakhir, Meutya mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG. "Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan," tutupnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.