bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkominfo) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
Meutya menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta selalu mengacu pada informasi dari sumber resmi dan terpercaya. "Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya," ujar Meutya dalam keterangannya pada Minggu (6/9).
Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak Jumat (4/9) malam dan saat ini berada pada status Siaga (Level III). Abu vulkanik dari erupsi tersebut terdeteksi menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Aktivitas ini juga berdampak pada sektor penerbangan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi tsunami, ditambah dengan suara dentuman dan getaran yang dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat.
Menkominfo meminta masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik melalui kanal resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. "Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan," tambahnya.
Meutya juga mengingatkan agar tidak meneruskan informasi yang kebenarannya belum pasti. "Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," pesannya.
Lebih lanjut, Meutya menyampaikan sejumlah saran bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Penggunaan masker N95 atau KN95 direkomendasikan jika harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga disarankan memakai kacamata pelindung dan menghindari penggunaan lensa kontak. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya diminimalkan jika tidak mendesak. Bagi pengendara, disarankan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat menurunkan jarak pandang dan membuat jalanan licin.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan serta memastikan sumber air bersih terlindungi dari paparan abu. Meutya juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk menjaga jarak aman dengan kawasan Gunung Anak Krakatau, tidak mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG. "Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan," tutupnya.