bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Mentan Amran Akan Silaturahmi dengan Komnas Perempuan, Klarifikasi Isu Stereotip Gender

Redaksi 13 Agustus 2026 8 views
Mentan Amran Akan Silaturahmi dengan Komnas Perempuan, Klarifikasi Isu Stereotip Gender
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dijadwalkan untuk bertemu dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh kontroversi mengenai permintaan Mentan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengganti Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi.

Sebelumnya, polemik ini menjadi sorotan Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, yang menganggap pernyataan Mentan Amran berpotensi mengarah pada stereotip gender. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Karo KLI Kementan), Moch. Arief Cahyono, mengemukakan bahwa Mentan Amran telah melakukan klarifikasi langsung kepada Komnas Perempuan segera setelah isu tersebut diberitakan media.

"Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear," ujar Arief. Ia menambahkan bahwa pertemuan yang akan dilaksanakan besok bukanlah untuk klarifikasi lanjutan, melainkan lebih bersifat silaturahmi.

Usulan pergantian Tiara Devi disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya pada Selasa, 11 Agustus 2026, yang diselenggarakan pasca demonstrasi peternak di berbagai daerah di Indonesia. Tuntutan utama para peternak adalah keengganan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap telur langsung dari peternak. Kepala BGN telah menyetujui surat permintaan dari Menteri Pertanian agar SPPG meningkatkan penyerapan telur dari peternak guna mendongkrak harga telur yang cenderung menurun.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tiara diusulkan untuk diganti karena seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang berada di bawah tanggung jawabnya dilaporkan belum ada yang menyerap telur dari peternak. Namun, setelah menyampaikan usulan pergantian jabatan, Mentan Amran menerima informasi bahwa Tiara sedang dalam kondisi hamil. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta dengan posisi setara atau lebih tinggi, namun dengan beban kerja yang lebih ringan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.