bytedaily - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, secara tegas mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam proses verifikasi data pangan nasional. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Mentan saat kunjungannya ke Gudang Bulog Banjar Kemantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (19/4/2026). Tujuannya adalah untuk memperkuat transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap akurasi data yang dikeluarkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran merinci bahwa stok beras nasional per hari ini tercatat sebanyak 4,9 juta ton, dengan proyeksi akan menembus angka lima juta ton pada pertengahan pekan depan. Beliau menekankan bahwa masyarakat dapat melakukan pemantauan mandiri melalui data yang disediakan oleh Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), serta organisasi kredibel internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO). Keterlibatan elemen masyarakat, seperti mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang turut hadir dalam kunjungan ke gudang Bulog Jatim, diapresiasi sebagai bentuk verifikasi independen yang krusial.
Lebih lanjut, Mentan Amran menjelaskan bahwa ketersediaan pangan nasional secara keseluruhan, termasuk dari sektor industri makanan (horeka) sebesar 12,5 juta ton dan hasil tanaman standing crop 11 juta ton, mencapai sekitar 28 juta ton. Angka ini dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 11 bulan ke depan, sekaligus menjadi penopang ketahanan pangan dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. Mentan menegaskan komitmennya untuk membuka pintu komunikasi dan transparansi data pangan demi memastikan akuntabilitas dan partisipasi publik yang berkelanjutan.