bytedaily
Senin, 21 September 2026 - 22:28 WIB

Menteri Pertanian Amran: Pemerintah Siapkan 1–2 Juta Hektare Lahan untuk Produksi Etanol Nasional

Redaksi 21 September 2026 2 views
Menteri Pertanian Amran: Pemerintah Siapkan 1–2 Juta Hektare Lahan untuk Produksi Etanol Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah berencana menyiapkan lahan seluas antara satu hingga dua juta hektare untuk mendukung produksi etanol dalam negeri.

Lahan tersebut akan dialokasikan bagi tiga komoditas strategis yang menjadi bahan baku etanol, yaitu tebu, singkong, dan jagung.

Amran menjelaskan bahwa proses konsolidasi lahan telah dimulai bersama kementerian dan lembaga terkait setelah rapat pengembangan etanol, dengan dukungan hadirnya 44 bupati yang menegaskan komitmen memperkuat kemandirian energi nasional.

“Etanol ini membutuhkan lahan antara satu sampai dua juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kami akan membangun pabriknya dan menggerakkan program secara masif di seluruh Indonesia,” ujar Mentan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Ia menambahkan bahwa tebu menjadi komoditas utama, dan pemerintah memperkirakan memerlukan sekitar satu juta hektare lahan khusus untuk pengembangan tanaman tebu.

Sementara itu, untuk jagung dan singkong, pemerintah mendorong percobaan penanaman dengan luas seribu hektare per kabupaten yang berpartisipasi, sebagai langkah awal menguji kelayakan bahan baku tambahan.

Hasil percobaan tersebut akan dievaluasi untuk menentukan kemungkinan perluasan lahan pada Januari mendatang, serta disertai penyediaan alat dan mesin pertanian guna memperkuat produksi komoditas etanol.

Proses penyiapan lahan baru berada pada tahap awal konsolidasi, dan pemerintah menekankan pentingnya memastikan legalitas lahan yang akan dipakai agar program dapat berjalan lancar.

Dalam pemilihan lahan, prioritas diberikan kepada kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan agroforestri. Pemerintah akan menyeleksi lahan yang telah dilepaskan sebelumnya, yang berjumlah sekitar 1,3 juta hektar, dan hanya akan mempertimbangkan pelepasan hutan sebagai pilihan terakhir.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.