bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Menteri PU Tinjau Kekeringan di Jawa Barat untuk Pastikan Air bagi Petani

Redaksi 28 September 2026 9 views
Menteri PU Tinjau Kekeringan di Jawa Barat untuk Pastikan Air bagi Petani
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau sejumlah titik kekeringan di Bekasi, Karawang, dan Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi petani serta mendukung produktivitas sawah dan target swasembada pangan nasional pada 2026.

Di tengah ancaman kekeringan dan fenomena El Nino, ketersediaan air dinilai penting untuk menjaga produksi pangan. Dody mengatakan peninjauan langsung juga bertujuan memeriksa apakah laporan jajaran sumber daya air sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia mengaku masih menemukan sejumlah lokasi kekeringan meski laporan yang diterima menunjukkan kondisi baik.

Titik pertama yang dikunjungi berada di Desa Karangharja, Kecamatan Kebayuran, Kabupaten Bekasi. Saluran irigasi tersier di lokasi itu tidak mengalir, sementara sungai besar dengan debit air yang masih terjaga berada sekitar dua kilometer dari area persawahan. Dody menilai sumber air tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengairi sawah.

Di Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Dody melihat langsung kondisi persawahan dan kebutuhan pengairannya. Penanganan di lokasi itu membutuhkan upaya lebih besar. Adapun di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, area persawahan seluas lebih dari 100 hektare turut memerlukan perhatian untuk mengatasi kekeringan.

Dody menyampaikan bahwa penanganan kekeringan tidak selalu perlu menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar. Jika sumber air berada dekat dengan lahan pertanian, pompa serta pipa atau selang dapat digunakan untuk menyalurkan air ke jaringan irigasi. Untuk wilayah dengan kondisi geografis yang lebih menantang, diperlukan solusi yang disesuaikan dengan keadaan setempat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.