bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB

Menteri Transportasi AS Minta Tambahan Dana Rp158 Miliar untuk AI Pengatur Lalu Lintas Udara

Redaksi 24 April 2026 8 views
Menteri Transportasi AS Minta Tambahan Dana Rp158 Miliar untuk AI Pengatur Lalu Lintas Udara
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, pada Selasa (tanggal tidak disebutkan dalam sumber) mengumumkan permintaan tambahan dana sebesar $10 miliar kepada Kongres untuk memodernisasi infrastruktur pengatur lalu lintas udara (ATC) negara tersebut. Permintaan ini merupakan penurunan dari usulan awal sebesar $19 miliar. Sebagian besar dana baru ini akan dialokasikan untuk pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI).

Duffy memproyeksikan perangkat lunak AI ini mampu menjadwal ulang penerbangan tanpa campur tangan manusia, mendistribusikan beban kerja pengatur lalu lintas udara secara lebih baik, dan mencegah penundaan. Ia mencatat bahwa Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dapat melihat jadwal maskapai 45 hari sebelumnya, yang melebihi kapasitas ATC saat ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana beban kerja pengatur lalu lintas udara dapat diotomatisasi dan apakah AI dapat menggantikan peran manusia, terutama mengingat banyak fasilitas yang kekurangan staf.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Duffy menyatakan kepada CBS News, "AI adalah alat, tetapi kami tidak menggantikan manusia dalam cara kami mengelola ruang udara. Apakah saya akan mengganti seorang pengatur lalu lintas udara dan membiarkan AI mengelola ruang udara? Jawabannya adalah tentu saja tidak, itu tidak akan terjadi."

Proyek "Sistem Pengatur Lalu Lintas Udara Baru" dari Departemen Transportasi sebelumnya telah dialokasikan dana sebesar $12,5 miliar melalui anggaran yang diajukan oleh Presiden Trump. Sejauh ini, hampir 50% kabel tembaga di fasilitas ATC telah diganti, sekitar 270 situs radio telah ditingkatkan, dan sistem kesadaran permukaan telah dipasang di 54 bandara.

Namun, insiden masih terjadi di bandara-bandara besar akibat kurangnya personel terlatih di belakang layar. Laporan jalopnik.com menyebutkan insiden kecelakaan fatal di Bandara LaGuardia bulan lalu, di mana hanya ada satu pengatur lalu lintas udara yang bertugas mengawasi lalu lintas di landasan pacu dan darat. Saat itu, pengatur tersebut sedang menangani keadaan darurat terkait pesawat United Airlines, sementara pesawat Air Canada Express mendarat dan bertabrakan dengan mobil pemadam kebakaran yang merespons insiden United Airlines. Insiden tersebut dinilai dapat dihindari jika ada lebih banyak personel yang bertugas malam itu.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.