bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:13 WIB

Meta Akuisisi Startup Robotik untuk Perkuat Ambisi AI Humanoid

Redaksi 02 Mei 2026 8 views
Meta Akuisisi Startup Robotik untuk Perkuat Ambisi AI Humanoid
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, raksasa media sosial Meta telah mengakuisisi startup robotik humanoid, Assured Robot Intelligence (ARI), dengan nilai yang tidak diungkapkan. Akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat ambisi Meta dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) humanoid.

Seorang juru bicara Meta menyatakan kepada TechCrunch bahwa ARI merupakan perusahaan yang berada di garis depan kecerdasan robotik, dirancang untuk memungkinkan robot memahami, memprediksi, dan beradaptasi dengan perilaku manusia dalam lingkungan yang kompleks dan dinamis. Tim ARI, termasuk para pendirinya, akan bergabung dengan unit AI Meta, yaitu divisi riset Superintelligence Labs.

ARI sebelumnya telah mengumpulkan pendanaan awal yang tidak diungkapkan dari firma benih AI, AIX Ventures. Startup ini sedang mengembangkan model dasar untuk robot humanoid agar dapat melakukan berbagai jenis pekerjaan fisik, termasuk tugas rumah tangga. Pendiri bersama ARI, Xiaolong Wang, sebelumnya merupakan peneliti di Nvidia dan profesor madya di UC San Diego, dengan rekam jejak penghargaan bergengsi. Rekan pendirinya, Lerrel Pinto, yang pernah mengajar di NYU dan mendirikan startup robotik humanoid seukuran anak-anak, Fauna Robotics, sebelum diakuisisi oleh Amazon bulan lalu, juga telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi.

ARI akan mendukung Meta dalam ambisinya di bidang robotik humanoid. Tim ini, yang dipimpin oleh Lerrel Pinto dan Xiaolong Wang, akan membawa keahlian mendalam dalam desain model dan kapabilitas canggih untuk kontrol robot serta pembelajaran mandiri pada robot humanoid secara keseluruhan.

Peneliti Meta telah bertahun-tahun bekerja pada teknologi robotik humanoid. Sebuah memo yang bocor setahun lalu mengungkapkan ambisi Meta untuk membangun robot semacam itu, termasuk model AI dan perangkat keras, yang ditujukan untuk konsumen.

Banyak pakar AI saat ini meyakini bahwa jalur menuju kecerdasan buatan umum (AGI) – titik teoritis di mana AI mencapai atau melampaui kecerdasan tingkat manusia di semua domain – akan memerlukan pelatihan model AI di dunia fisik. Di sana, robot belajar melalui interaksi langsung, bukan hanya data. Akuisisi ARI dan Fauna mencerminkan tren industri yang lebih luas, di mana perkiraan pasar robotik sangat bervariasi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.