bytedaily
Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Meta Hentikan Fitur AI Muse Image Akibat Masalah Privasi

Redaksi 11 Juli 2026 21 views
Meta Hentikan Fitur AI Muse Image Akibat Masalah Privasi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Meta memutuskan untuk menghentikan sementara fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Muse Image. Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah fitur tersebut dirilis, menyusul adanya kritik luas terkait isu privasi, termasuk dari kalangan serikat pekerja Hollywood.

Dalam pernyataan resminya, Meta menyatakan bahwa niat mereka adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberikan kontrol kepada pengguna terkait pemanfaatan konten publik. Namun, perusahaan mengakui bahwa fitur Muse Image menuai masukan bahwa hal tersebut belum sesuai dengan tujuan yang diharapkan, sehingga fitur tersebut kini tidak lagi tersedia.

Muse Image, yang diluncurkan pada Selasa (7/7), merupakan model pembuatan gambar pertama dari Meta Superintelligence Labs. Fitur ini terintegrasi dengan chatbot Meta AI, memungkinkan pengguna untuk menggunakan foto sebagai masukan dan mengedit gambar yang dihasilkan melalui sketsa. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah kemampuan fitur ini untuk memanfaatkan akun Instagram publik dalam menghasilkan gambar, yang secara otomatis aktif tanpa memerlukan persetujuan eksplisit dari pengguna.

Kritik terhadap fitur ini datang dari berbagai pihak, termasuk aktris Hannah Einbinder yang menyuarakan keprihatinannya melalui akun Instagram pribadinya. Serikat SAG-AFTRA, yang mewakili aktor dan profesional media, juga mendesak anggotanya dan pengguna Instagram lainnya untuk menonaktifkan fitur tersebut, menyatakan bahwa segala bentuk penggunaan gambar pengguna Instagram tanpa persetujuan yang jelas dan tegas tidak dapat diterima.

Setelah Meta menarik kembali fitur Muse Image, SAG-AFTRA menyambut baik langkah tersebut. Juru bicara serikat menyebut penghentian fitur ini sebagai tindakan yang bertanggung jawab, mengingat risiko replikasi digital tanpa persetujuan yang sudah banyak diketahui. Penarikan fitur ini menggarisbawahi meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi untuk memberikan kontrol yang lebih jelas kepada pengguna mengenai pemanfaatan konten publik mereka oleh fitur AI.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.