bytedaily - Amerika Serikat berpotensi kehilangan model mobil termurah dari produsen otomotif asing jika perjanjian perdagangan USMCA tidak mengalami penyesuaian tarif yang signifikan. Laporan yang belum terverifikasi dari Reuters menyebutkan bahwa penasihat ekonomi pemerintahan Trump telah menerima informasi mengenai kemungkinan ini.
Mobil-mobil dengan harga terjangkau yang dibangun di Kanada dan Meksiko dapat ditarik dari pasar AS jika tarif kendaraan dan suku cadang tidak 'secara signifikan berkurang' dalam pembaruan USMCA. Bahkan, mobil yang perakitannya diselesaikan di dalam negeri Amerika Serikat juga terancam jika biaya impor komponen tidak turun dalam beberapa bulan mendatang.
Perjanjian USMCA, yang disebut Trump sebagai 'kesepakatan perdagangan terbesar' saat dinegosiasikan pada 2020, akan ditinjau ulang dengan tenggat waktu pembaruan pada 1 Juli. Industri otomotif mendesak Trump untuk mempertahankan komitmen perdagangan bebas di Amerika Utara.
Saat ini, pasar mobil murah di AS sudah menyusut. Hanya ada empat model mobil di bawah 25.000 dolar AS yang tersedia, dan tiga di antaranya berpotensi ditarik dari pasar pada akhir tahun ini. Nissan Versa, Kia Soul, dan Hyundai Venue adalah beberapa model yang menghadapi ketidakpastian pasar.
Dalam dekade terakhir, semakin banyak model mobil terjangkau yang menghilang seiring dengan kenaikan biaya produksi. Pembaruan USMCA dan penghapusan tarif impor barang dari Meksiko dan Kanada dianggap sebagai langkah minimal untuk mempertahankan ketersediaan mobil murah.
Kondisi ini berdampak paling parah pada masyarakat berpenghasilan rendah. Tanpa pilihan mobil baru yang terjangkau dengan garansi panjang, mereka terpaksa membeli mobil bekas dengan harga yang sudah melonjak. Hal ini berisiko menimbulkan biaya perbaikan yang tidak terduga dan dapat mengancam mata pencaharian mereka jika terjadi kerusakan.
Sekitar 45 persen mobil yang dijual di AS diimpor dari negara lain, dan separuh komponen mobil yang dirakit di AS berasal dari Kanada atau Meksiko. Kebijakan tarif dan perdagangan AS dikhawatirkan telah mendorong biaya ekstrem dan stagflasi, yang menyebabkan kekecewaan konsumen akibat harga tinggi dan kondisi pencarian kerja yang sulit.
Sementara itu, Kanada dilaporkan mulai melonggarkan biaya impor mobil dengan mengizinkan merek-merek Tiongkok menjual produk mereka di negara tersebut dalam skala terbatas, sebagai upaya mengatasi krisis ekonomi yang memburuk.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.